Banner Iklan bjb

Pengemis dan Pengamen di Sumedang Makin Marak, Begini kata Penegak Perda

Yan Mahal Rizzal - IniSumedang.Com
Yan Mahal Rizzal , Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah pada Satpol PP Sumedang

INISUMEDANG.COM – Belakangan ini para pengamen dan pengemis terlihat mulai marak lagi baik di perempatan lampu lalu lintas, di jalan-jalan, warung-warung, dan juga di angkutan umum di wilayah Kabupaten Sumedang.

Budi (33) warga Sumedang Utara mengatakan. Saat ini marak sekali para pengamen ataupun pengemis ataupun pengamen beredar di wilayah perkotaan Sumedang.

Pengamen dan pengemis itu, sambung Budi. Bermacam-macam mulai dari yang memakai kostum Badut maupun menjadi manusia ‘silver‘, bahkan ada juga yang sambil membawa anak.

“Betul saya sendiri sering melihat mereka di beberapa wilayah di Sumedang,” jelas Budi Sabtu 11 Juni 2022.

Ia berharap Pemkab Sumedang turun tangan supaya kota tahu ini terlihat lebih baik lagi.

“Saya berharap Satpol PP begerak mengamankan mereka. Bukannya kita tidak kasian terhadap mereka tapi alangkah lebih baiknya diberdayakan ke profesi lain yang lebih baik dari pada meminta minta atau mengamen yang sudah jelas melanggar aturan,” imbuhnya

Dimintai tanggapannya terkait masalah tersebut, Kabid Penegakan Peraturan Perundang Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Sumedang Yan Mahal Rizal menyebutkan. Pihaknya akan menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat tersebut.

“Kami akan segera meninidak laporan tersebut,” tegas Rizzal ketika dihubungi IniSumedang.Com melaui WhatsApp.

Berkaitan hal tersebut, lanjut Rizzal, sudah diatur dalam bab tatatertib sosial dan asusila.

“Didalam Bab VII Tertib Sosial dan Asusila (1) Pasal 11 setiap orang/Badan dilarang meminta bantuan/atau sumbangan dengan cara dan alasan apapun, baik dilakukan sendiri-sendiri,ataupun bersama-sama dijalan, angkutan umum, rumah tempat tinggal angukatan umum ,rumah tempat umum lainnya tanpa ijin tertulis dari pemerintah daerah. (2) setiap orang dilarang menggelandang mengemis dan mengamen ditempat-tempat umum.” Jelas Rizzal

Untuk itu, tambah Rizzal, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak memberi kepada pengemis maupun pengamen.

“Kami menghimbau kepada masyarakat supaya tidak memberi uang kepada pengamen dan pengemis lebih baik diberikan kepada lembaga resmi atau yang sudah ditunjuk oleh pemerintah seperti Baznas,” tandasnya.