oleh

Pemkab Sumedang, Resmi Tetapkan Status Darurat COVID-19

INISUMEDANG.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir resmi menetapkan Status Darurat Bencana Nonalam atas penyebaran Virus Corona atau Corona Virus Disease (COVID-19) melalui Surat Keputusan Bupati No 443/KEP.155-BPBD/2020 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam pandemi COVID-19 di Daerah Kabupaten Sumedang terhitung sejak tanggal 16 Maret sampai 05 April 2020 dan masa berlaku dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, status keadaan darurat tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi penyebaran COVID-19 ke Kabupaten Sumedang.

“Kami telah menyiapkan skenario antisipatif apabila ada perkembangan yang tidak diharapkan, baik dukungan fasilitas kesehatan (ruang isolasi dan perawatan), SDM kesehatan maupun sarana kesehatan lainnya,” kata Dony Ahmad Munir saat konferensi pers terkait Perkembangan Pencegahan penyebaran COVID-19 Kabupaten Sumedang, Selasa (17/3) di Gedung Negara.

Sementara itu, sambung Dony, di Sumedang ada 48 pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 2 orang lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19, Sekolah dan Area Publik di Sumedang Ditutup Selama 2 Pekan

“Untuk 48 orang dalam pengawasan mereka warga pulang Umroh dan 2 orang yang status PDP, satu pasien dirawat di RSUD Sumedang dan satu lagi di RS Rotinsulu Bandung,” ujarnya.

Selain itu, sambung Dony, Pemkab Sumedang juga sudah menerbitkan Surat Edaran tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam rangka pencegahan penyebaran COVID 19 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Dimana setiap SKPD, diminta minimal setengah dari jumlah pegawainya untuk melaksanakan FWA secara bergantian atau shift, yaitu masing-masing selama dua hari, selama 13 hari ke depan. Yang akan mulai dilaksanakan dari tanggal 18 Maret sampai dengan 31 Maret 2020.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait