Pembuatan Akses Jalan Baru Disepakati, Pasca Longsor Hariang Buahdua Sumedang

INISUMEDANG.COM – Pasca bencana longsor yang terjadi di ruas jalan penghubung Desa Hariang Kecamatan Buahdua dengan Desa Wanajaya, Wanasari dan Ranggasari Kecamatan Surian Sumedang Jawa Barat yang berakibat putusnya lalu lintas kendaraan.

Meskipun waktu itu dibuatkan jalur alternatif khusus roda dua yakni melalui lahan perkebunan milik warga. Namun upaya itu kurang efektif karena konstruksi tanah becek hingga pemotor sulit melaju karena ban slip.

Harapan masyarakat dari kedua kecamatan adanya solusi untuk akses jalan kembali normal, aman dan nyaman. Tampaknya akan terwujud karena ada usulan membuka akses jalan baru untuk normalisasi lalu lintas semua kendaraan yang pasca longsor Hariang ditutup.

Ini Baca Juga :  Pengakuan Kader Posyandu di Sumedang, Tanggungjawab Besar Penghasilan Hanya Rp 100 Ribu Per Bulan

Usulan itu disampaikan para kades dann unsur Forkopincam dari kedua kecamatan (Buahdua Surian) pada acara musyawarah pembahasan membangun kembali akses lalu lintas kendaraan jalur Hariang Buahdua Surian.

Musyawarah yang digelar di Desa Hariang, dihadiri Dinas PUPR, UPT PU wilayah dan Bina Marga Kabupaten Sumedang, Rabu (23/3/2022).

“Kami sepakat, ini solusi akhir bahwa Pemda Sumedang harus membuka dan membangun kembali jalan baru di luar area rawan longsor. Sebab, jika jalan lama diperbaiki dikhawatirkan kembali longsor sehingga anggaran terbuang sia-sia,” demikian kata para kades di acara musyawarah tersebut.

Ini Baca Juga :  Desa Sirnamulya Sumedang Salurkan Bantuan Pangan ke 917 KK Kurang Mampu

Respon positif Dinas PUPR menyebutkan, penanganan jalan longsor itu ada beberapa alternatif. Pertama, dibangun kembali konstruksi Seppel terus dibangun jembatan darat. Kedua, membuka dan pembangun jalan baru yang diawali pembebasan lahan milik warga.

“Secara pribadi, saya lebih memilih membuka dan membangun jalan baru, meski dengan beban resiko harus membebaskan lahan milik warga,” kata Sekretaris Dinas PUPR Soni Nugraha.

Sebab, lanjut Soni, jika dipaksakan memperbaiki ruas jalan yang longsor saat ini harus ada kajian dulu yang teliti. Apalagi dengan konstur tanah dan tebing curam sangat rawan longsor.

Ini Baca Juga :  DBH ke Desa Menurun, Insentif RT dan RW di Sumedang Terancam

“Kami berharap permohonan usulan dan kesepakatan ini pembukaan jalan baru ini segera terealisasi. Mungkin secepatnya kami akan survei lokasi longsor,” tandasnya.