Pelaku Pembunuhan Sekuriti di PT Karina Cimanggung, Diringkus Polisi

  • Bagikan
Pelaku pembunuh sekuriti
IMAN NURMAN KONPERENSI PERS: Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo saat menggelar konperensi pers terkait pembunuhan sekuriti di Cimanggung.

INISUMEDANG.COM – Pelaku pembunuhan terhadap sekuriti di pos jaga gerbang Utama PT. Kaldu Sari Nabati (Karina) Indonesia di Dusung Bojong Bolang, RT 001, RW 001, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanganggung, Sumedang berhasil diamankan polisi di pinggir jalan di Dusun Cipacing Desa Mekarbakti Kecamatan Pamulihan, Selasa (7/9) malam.

Pelaku berinisial YS itu berhasil diamankan tak kurang dari 12 jam setelah menghabisi nyawa Asep Rizal pada Selasa 7 September 2021, sekitar 15.30 Wib di pos jaga gerbang utama PT Karina Indonesia.

Menurut pengakuannya kepada Polisi, pelaku YS kesal karena sebelumnya korban Asep Rizal kerap menyepelekan dirinya, sehingga YS berniat untuk melukai korban.

“Setelah peristiwa terjadi, rekan korban memberikan kabar kepada saudaranya bahwa kakak kandung korban yaitu Asep Rizal telah mengalami penganiayaan oleh pelaku YS dan dibawa ke RS. Cikopo. Kemudian saudara korban langsung bergegas menuju rumah sakit menggunakan sepeda motor untuk memastikan atau mengecek kondisi korban (AR),” jelas Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sumedang, Rabu (8/9/2021).

Adapun pelaku YS menganiaya dengan cara menusukan senjata tajam berupa keris ke bagian perut sebelah kiri korban. Atas kejadian tersebut korban menderita luka tusuk dibagian perut sebelah kiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Pelaku kini diamankan polisi. Turut diamankan barang bukti berupa satu seragam satpam, satu baju dalam warna coklat, satu buah celana panjang warna coklat, satu buah rompi warna hijau, satu buah serangka senjata tajam jenis keris, dan file rekaman CCTV di TKP,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUH Pidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Setelah dilakukan tes urin kepada pelaku YS didapati hasil positif menggunakan obat jenis psikotropika methamphetamine,” pungkasnya.

  • Bagikan