Pelajar SMK Korban Pembacokan di Sumedang Harus Mendapat 14 Jahitan

Pelajar di Sumedang
Ilustrasi

INISUMEDANG.COM – Tiga pelajar SMK YPSA Sumedang korban pembacokan mengalami luka robek di bagian leher dan punggung. Membuat masing-masing korban harus mendapat 5, 6 hingga 14 jahitan.

Humas RSUD Kabupaten Sumedang Rudianto mengatakan, pelajar korban pembacokan saat ini dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Untuk kondisi korban terdapat luka robek dan luka luar atas nama Jujun 5 jahitan, Khoolis 6 Jahitan dan dan Rizky 14 Jahitan”. Katanya kepada IniSumedang.Com Kamis 24 November 2022.

Menurut informasi, lanjut Rudi sapaan akrabnya, untuk motif pembacokan terhadap pelajar masih didalami pihak kepolisian.

“Untuk motif masih didalami oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Hurip Yayat Suharyat dimintai tanggapannya terkait insiden yang menimpa salah satu warganya mengatakan, jangan sampai terjadi kembali peristiwa seperti itu.

“Ini sudah terjadi yang terpenting jangan sampai terulang kembali. Karena khawatir korban mengalami trauma dan kurang termotivasi untuk belajar karena merasa ada ketakutan,” katanya.

Lebih ia mengatakan, sampai saat ini korban atas nama Rizky masih di RSUD untuk penangan lebih lanjut.

“Saya masih di RSUD menunggu hasil Rontgen karena ada benjolan pada bagian tangannya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang pelajar di Sumedang menjadi korban pembacokan. Yang diduga dilakukan oleh segerombolan oknum pelajar lainnya di Sumedang.

Berdasarkan keterangan Rizki Nurfadilah salah satu korban pembacokan, kejadian tersebut berawal ketika sepulang sekolah dia dan dua kawannya yang berboncengan menggunakan sepeda motor bertiga dikejar-kejar oleh segerombolan yang diduga oknum pelajar.

Penulis: Fathul ArifEditor: Acep Sandi