Ngalaksa 2026 Dibuka, Bupati Sumedang Soroti Peran Budaya sebagai Penopang Kemajuan Daerah

Foto: Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat membuka Upacara Ngalaksa di Geo Theater Rancakalong. (Istimewa)

SUMEDANG – Pembukaan Pekan Adat Ngalaksa 2026 di kawasan Geoteater Rancakalong, Selasa (5/5), menjadi momentum penegasan kembali pentingnya budaya sebagai landasan pembangunan.

Menurut Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, kemajuan suatu daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat menjaga jati dirinya.

Pada kesempatan itu, Dony menekankan bahwa identitas budaya merupakan kekuatan utama yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Ia menyebut Rancakalong sebagai salah satu wilayah yang masih konsisten mempertahankan nilai-nilai leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

Ini Baca Juga :  Investasi Sumedang 2025 Tembus Rp5,6 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

“Rancakalong ini contoh nyata bagaimana tradisi tetap hidup, bukan sekadar seremoni, tapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan tradisi seperti Ngalaksa menunjukkan bahwa warisan budaya masih memiliki ruang penting di tengah modernisasi. Ia memandang budaya bukan hanya sebatas kesenian atau ritual, melainkan mencerminkan pola pikir, kebiasaan, hingga etos kerja masyarakat.

Lebih jauh, Dony menguraikan bahwa Ngalaksa sarat dengan makna filosofis. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sumber kehidupan, khususnya padi yang dalam kearifan lokal Sunda memiliki kedudukan istimewa.

Ini Baca Juga :  Sempat Menggeledah Kantor Dinas PUTR, Begini Kata Kajari Sumedang Soal Kelanjutan Kasus Jalan Cisoka - Citengah

Dony juga menyoroti kuatnya semangat kebersamaan yang tercermin dalam setiap tahapan kegiatan. Partisipasi warga, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, memperlihatkan nilai gotong royong yang masih terjaga dengan baik.

“Di sini kita melihat bagaimana kebersamaan itu nyata. Semua terlibat, semua berperan,” katanya.

Dony pun menekankan pentingnya mengenalkan tradisi kepada generasi muda agar tidak terputus oleh arus globalisasi. Ia berharap kegiatan seperti Ngalaksa dapat menjadi sarana edukasi budaya yang efektif.

“Anak-anak harus tumbuh dengan mengenal akar budayanya. Dari situlah akan muncul rasa memiliki dan kebanggaan,” tuturnya.

Ini Baca Juga :  Ade Kusnadi, Korban B3gal di Sumedang Dapat Bantuan Motor dari Bos Persib

Untuk itu, Dony mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan merawat budaya lokal sebagai identitas daerah sekaligus kekuatan menghadapi tantangan masa depan.