Banner Iklan bjb

Miris, Seorang Ayah di Sumedang Harus Pulang Lagi dari Bandung Gara-gara BPJS Tidak Aktif

BPJS Tidak Aktif

INISUMEDANG.COM – Wahyu salah satu aparatur desa di Sumedang, dan Ayah dari Firna Nahwa Firdausi (18) penderita pembengkakan jantung, terpaksa harus pulang lagi dari Bandung, akibat BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif saat mengantar anaknya berobat.

Wahyu selalu setia mendampingi putrinya untuk berobat ke rumah sakit di Bandung. Untuk urusan putrinya ini, sesibuk apapun Wahyu selalu menyempatkan waktunya karena kasih sayang yang teramat besar merawat dan menjaganya.

Meski saat ini putrinya telah remaja dan sudah kuliah. Namun kondisi fisik putrinya itu yang lemah, membuat Wahyu senantiasa mendampingi Firna untuk berobat.

“Sangat disesalkan, pagi sekali saya sudah berangkat ke Bandung untuk berobat ke rumah sakit karena putri saya mengalami pembengkakan jantung. Namun hasilnya, saya harus kecewa besar, karena ditolak oleh rumah sakit hanya karena BPJS Kesahatan putri saya tidak aktif”. Tutur Wahyu kepada IniSumedang.Com Kamis, 6 Januari 2022 di kediamannya.

Dengan perasaan dongkol, kata Wahyu, dirinya pulang kembali ke Sumedang dan langsung ke kantor BPJS Kesehatan untuk menanyakan ketidak aktifkan kartu BPJS putrinya.

BPJS Kesehatan Tidak Aktif Karena Belum Ada Perpanjangan dengan Pemda Sumedang

“Saya tanyakan ke kantor BPJS Kesehatan, kenapa kartu BPJS putri saya tidak aktif?. Menurut bagian pelayanan setelah di cek katanya benar tidak aktif karena kerjasama dengan Pemda Sumedang nya belum di perpanjang,” ujar Wahyu seraya menyebutkan kekesalannya mendengar penjelasan dari pihak BPJS itu.

Yang tidak habis pikir, lanjut Wahyu, kenapa keselamatan jiwa harus kalah hanya Pemda Sumedang belum memperpanjang kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan?. Masalah keselamatan jiwa di kalahkan hanya persoalan administrasi?, dimana nurani?.

BPJS saya sekeluarga di potong langsung gaji yang saya dapatkan di desa. Jelas kan itu!, bahkan katanya saya diminta oleh pihak BPJS ke DPMD untuk ada jaminan, ini kan membingungkan. Saat ini, kondisi putri saya lemah, dan sekarang sedang di oksigen,” ungkap Wahyu sambil menahan sedih dan kesalnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang BPJS Sumedang Fitriana Salam membenarkan kaitan dengan persoalan belum adanya perpanjangan kerjasama dengan Pemda Sumedang.

“Memang benar, saat ini, perpanjangan kerja sama dengan Pemda Sumedang belum ada, namun, pihak kami sebelumnya sudah menghadap ke pa Bupati Sumedang kaitan hal ini. Bupati Sumedang menyarankan untuk membuat perpanjangan kerjasama dengan pa Sekda,” kata Fitriana.

Sore ini, kata Fitriana, sekira pukul 17.00 WIB, BPJS Kesehatan akan membuat perpanjangan kerjasama dengan pa Sekda Sumedang. Kalau sudah ditandatangani oleh pa Sekda maka pihak BPJS akan mengaktifkan kembali kartu peserta BPJS nya.

“Alhamdulillah, hasilnya pa Sekda sudah menandatangani perjanjian kerjasama tersebut, artinya kami sudah memberikan yang terbaik untuk warga Sumedang, besok kartu peserta BPJS sudah aktif,” ucap Fitriana usai menghadap Sekda Sumedang kaitan dengan kerjasama.

Jadi Pemda Sumedang, sambung Fitriana, mensubsidi 4% dan 1% oleh peserta BPJS. Hal ini merunut kepada aturan Mendagri nomor 119 tahun 2019 tentang Pemotongan, Penyetoran, Dan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan Bagi Kepala Desa Dan Perangkat Desa.