Melalui Gerak Penca, Margaluyu 165 Pertahankan Tradisi Budaya dan Dzikir

  • Bagikan
Margaluyu 165 Sumedang
IMAN NURMAN HADIRI MAULID: Ketua Margaluyu 165 Sumedang Ust Asep Tomtom saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad di Margaluyu Pusat, kemarin.

INISUMEDANG.COM – Gerak Badan Penca Margaluyu 165 Sumedang menggelar silaturahmi sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ke Margaluyu Pusat di Desa Cikuya Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Rabu (20/10).

Ketua GBP Margaluyu 165 Sumedang Ust Asep TomTom Deliyana mengatakan acara ini adalah acara rutin yang digelar tahunan. Selain itu juga ajang silat (silaturahmi) antar pengasuh di tiap kabupaten kota di Indonesia.

“Untuk Kabupaten Sumedang sendiri ada sekitar 80an orang. Kegiatannya selain latihan gerak badan penca juga ziarah kubur dan metode wirid,” kata pria yang tinggal di Dusun Mananga Kecamatan Sumedang Utara ini.

Manfaat kegiatan gerak badan penca, kata pria yang akrab disapa Abah Otom ini, untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh juga bisa meningkatkan daya pikir IQ, Olahrasa, olahpikir, dan olahhati. Bahkan bukan hanya itu saja, yang sudah mempelajari jurus Margaluyu mereka akan memiliki keahlian kebatinan tingkat tinggi yaitu Marifatulloh.

Menurut Abah, arti dari Margaluyu 165 Sumedang ini Marga yaitu jalan, dan Luyu berarti keselamatan dan 165 adalah hitungab Dzikir harian dari Torekoh Qodariah Wanaksabandiyah dari Ponpes Surlayala Tasikmalaya.

“Pertama kali yang membawa jurus Margaluyu ke Sumedang yaitu H. Eman dan H. Obay. Dan satu lagi Pak Anda Rahmat dari Bandung yang bersilsiah ke Aki E. Suhandi Bandung dan Rd. Andadinata Cikuya Cicalengka,” katanya.

Dikatakan, hampir sama dengan organisasi pencak silat, Margaluyu ini lebih mengedepankan olahraga dan olahsukma (tenaga dalam). Dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban bersama.

  • Bagikan