Kolaborasi Mapag Tamansari Nanjeur ‘BRANI’ Siap Bekerja Secara Kolaboratif

  • Bagikan
Nina Mulyani

CIBUGEL – Setiap komponen desa dapat memerankan tugas yang diembannya dan berkolaborasi secara optimal. Dalam konteks ini juga perlu dikembangkan nilai “Ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian” yaitu setiap komponen desa tidak berebut kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau golongan, melainkan berlomba dalam perjuangan di medan pengabdian. Pembagian perannya berdasarkan prinsip “Tri Tangtu Di Bumi”, yaitu : Rama = Masyarakat umum. Resi = Kaum berilmu, cerdik pandai, alim ulama. Prabu = Pemimpin, aparat, birokrat atau penyelenggara desa.

Menyadari bahwa penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, dan kemasyarakatan sebagai media untuk mengoperasionalkan apa yang sudah direncanakan, diprogramkan, dan dilaksanakan akan berjalan efektif serta akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, apabila dilakukan secara gotong royong serta dengan penuh semangat kebersamaan (Kolaboratif).

Orang Sunda berujar, “Kudu silih asah, silih asih, jeung silih asuh”, “Kacai jadi saleuwi, kadarat jadi salogak”, “Sareundeuk saigel, sabobot sapihanean”, “Sabilulungan”, “Rempug jungkung sauyunan”, “Kaluhur jujur ngabantu, kagigir ngais tarapti, ka handap cekas ngabina,” kata Calkades Tamansari Nina Mulyani Rabu (13/10/21).

Dikatakannya, melalui spirit ini diharapkan akan tumbuh pemahaman bahwa modal sosial masyarakat merupakan modal utama dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, sementara modal finansial yang bersumber dari bantuan pemerintah hanya merupakan modal stimulan.

“Dan kami BRANI (Barisan Relawan Nina Mulyani) , siap berKolaborasi dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun itu, dengan sehebat-hebatnya dan seindah-indahnya, selama itu demi tercapainya suatu kondisi Masyarakat Adil dan Makmur yang di Ridhoi Allah SWT.

Pun Sebaliknya, apabila ada yang mencoba mengganggu, berkhianat, apalagi menghalangi, dan kontra produktif, terhadap cita-cita dan harapan masyarakat, terutama thdp kaum mustad’afin. Kamipun siap berkonfrontasi dan melawan dengan sehebat-hebatnya dan sekeras-kerasnya pula.

“Kukituna, Hayu Urang Babarengan Ngurus Desa, Pacantel Keur Pangwangunan. Tetap semangat dan istiqomah dalam ikhtiar untuk mewujudkan Desa Tamansari Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Religius,” pungkasnya.

  • Bagikan