Kerumunan Bantuan UMKM di Sumedang Dibubarkan Satpol PP

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sumedang, membubarkan kerumunan massa yang terjadi saat antrian pada pembagian bantuan UMKM di Graha Insun Medal (GIM) di Jl Prabu Geusan Ulun, Selasa (13/4/2021).

Selain membubarkan massa, Bank BNI Sumedang sebagai penanggung jawab penyaluran bantuan UMKM diberikan sanksi administrasi berupa denda Rp 500 ribu.

“Untuk masyarakat yang masih diluar kami sudah bubarkan, karena menimbulkan kerumunan dan melanggar Protokol Kesehatan. Tinggal beberapa orang saja di dalam gedung, yang sudah terverifikasi dan kami meminta untuk diselesaikan,” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) pada Satpol PP, yang juga Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizzal, di Gedung GIM.

Rizzal menuturkan, tindakan tersebut dilakukan dalam rangka penegak hukum dan pendisiplinan masyarakat pada penerapan PSBB Proporsional dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Kami, tentunya sangat menyayangkan sekali terjadinya kerumunan tersebut. Terlebih pihak BNI selaku penanggungjawab tidak ada koordinasi terlebih dahulu, dan tidak bisa mengantisipasi timbulnya kerumunan,” tuturnya.

Atas kejadian itu, sambung Rizzal, sebagai penegakan hukum dan pendisiplinan masyarakat, pihaknya sudah memberikan sanksi administrasi sesuai Keputusan Bupati Sumedang Nomor 160 tahun 2021 kepada Bank BNI karena sudah melanggar Protokol Kesehatan.

“Karena terbukti melanggar Protokol Kesehatan, kami berikan sanksi administratif kepada penanggung jawab dalam hal ini Bank BNI berupa Denda Rp 500 ribu,” tegasnya.

Rizzal menambahkan, untuk menindaklanjuti agar tidak terjadi lagi kerumunan pada pembagian Bantuan UMKM ini, Pihaknya bersama TNI – POLRI serta pihak BNI akan melakukan rapat untuk mensiasati atau mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kerumunan.

“Hari ini, kami rapat untuk menentukan teknis pembagian Bantuan UMKM agar tidak lagi menimbulkan kerumunan. Teknisnya apa nanti kita bahas, yang terpenting tidak terjadi lagi kerumunan orang saat pembagian bantuan,” tandasnya.

  • Bagikan