oleh

Jelang PSBB, Pemkab Himbau Masyarakat Tidak Panik

INISUMEDANG.COM-Menjelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang pada Rabu 22 April 2020, Pemkab menghimbau agar seluruh warga masyarakat Sumedang tidak panik, karena PSBB bukan pelarangan pergerakan orang atau penutupan wilayah, melainkan pembatasan kegiatan tertentu masyarakat.

“Pelayanan kebutuhan pokok dan kesehatan tetap berjalan, untuk itu tidak perlu panic buying, karena stok ketersediaan pangan di Kabupaten Sumedang, aman, Penerapan PSBB pada dasarnya memang lebih ketat dan ada aturan yang mengikat, untuk itu masyarakat agar menaati ketentuan yang berlaku, dengan berpedoman dan memperhatkan Peraturan Bupati yang akan segera diterbitkan kemudian”. Ujar Iwa Kuswaeri Ketua Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang saat Siaran Pers Sabtu (18/4/2020) di Gedung IPP Sumedang.

Kata Iwa, masyarakat harus tetap disiplin dalam jaga jarak sosial dengan menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter, sering cuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker kain saat keluar rumah.

“dan kedisiplinan bersama dapat menunjang mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus Covid-19, sehingga keadaan akan segera normal kembali”. Ucapnya.

Ini Baca Juga : Positif SWAB Covid-19 di Sumedang Bertambah menjadi 4 Orang

Sedangkan perkembangan penyebaran Covid-19 pada tanggal 18 April 2020 sampai dengan Pukul 16.00 WIB di Kabupaten Sumedang perlu lebih diwaspadai. Adapun perkembangannya pada Positif COVID-19 Polymerase Chain Reaction (SWAB) positif  bertambah menjadi 4 orang. Dan Rapid Test Positif (Diduga Covid-19) berkurang menjadi 7 orang.

“Jumlah total yang teridentifikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes SWAB menjadi 4 orang setelah bertambah lagi 2 orang pasien yang berasal dari PT Kahatex. Sementara jumlah total diduga terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test berkurang yang kemarin berjumlah 13 orang menjadi 7 orang, setelah 2 orang diantaranya menjadi confirm positif Covid-19 dan 4 orang (IPDN) telah selesai masa isolasi”. Ujar Iwa.

Dan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 11 orang dari total 42 PDP yang 31 orang diantaranya telah pulang/selesai/sembuh, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 113 orang dari total 794 ODP dimana 681 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan, Orang Dalam Risiko (ODR) berjumlah 7.036 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 25 orang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait