Banner Iklan bjb

Jelang Idul Adha, Harga Cabe Masih Pedas di Pasar Parakanmuncang Sumedang

MEROKET: Harga cabe masih pedas di Pasar Tradisional Parakanmuncang Cimanggung

INISUMEDANG.COM – Meski lebaran Idul Adha masih lama. Namun dampak hari raya dengan kenaikan harga bahan pokok mulai dirasakan masyarakat, terutama harga jenis cabe. Pantauan di pasar Parakanmuncang Kecamatan Cimanggung. Harga kebutuhan bahan pokok (Sembako) yang mengalami kenaikan terjadi pada harga cabai dan hampir semua jenis sayuran.

Harga cabe keriting misalnya, yang awalnya Rp50 ribu per kg menjadi Rp70 ribu per kg. Disusul harga Cabe merah biasa yang awalnya Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu per kg. Tak mau ketinggalan. Harga Cabai hijau juga alami kenaikan yang signifikan, yang awalnya Rp50 per kg menjadi Rp70 ribu per kg. Disusul harga cabe rawit merah yang awalnya Rp80 per kg menjadi Rp110 ribu per kg.

“Harga bawang merah juga alami kenaikan dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per kg. Disusul harga bawang putih impor yang awalnya Rp25 ribu per kg menjadi Rp28 ribu per kg,” kata Amung Koordinator Pasar Parakanmuncang, Kamis (23/6).

Menurut Amung, harga yang mengalami penurunan yakni harga daging sapi turun dari Rp150 ribu menjadi Rp140 ribu per kg. Disusul harga daging ayam broiler yang awalnya Rp38 ribu menjadi Rp36 ribu per kg. Kemudian harga daging ayam kampung yang masih tetap di Rp60 ribu per kg.

Harga Cabe Dirasakan Pedagang RM Padang

Sementara itu Ismail, salah seorang pedagang mengatakan untuk harga sayuran selain pasokan yang berkurang juga karena faktor cuaca. Cuaca yang tak menentu menyebabkan sebagian petani cabai alami gagal panen yang berakibat pasokan menjadi minim dan pedagang harus membeli ke tengkulak yang harganya jauh lebih mahal.

“Biasanya kan dipasok langsung oleh petani atau bandar yang biasa. Sekarang karena stoknya tidak ada, pedagang mencari barang ke tengkulak, atau ada tengkulak yang datang ke pasar menawarkan barang,” ujarnya.

Naiknya harga cabai, dirasakan oleh pedagang RM masakan padang. Yuda misalnya, pedagang Nasi Padang di bilangan pasar Tanjungsari mengaku imbas pedasnya harga cabai, volume sambal dikurangi ke konsumen dan dibatasi (dialas).

“Biasanya untuk sehari bisa menghabiskan cabe sekilo, sekarang karena mahal dikurangi cabe nya jadi 1/2 kilo untuk sambal padang,” ujarnya.

Meski demikian, walaupun menjelang Idul Adha namun harga daging sapi masih normal. Sehingga menu masakan rendang tidak dikurangi.

“Daging tidak dikurangi karena takut pelanggan lari, ya sekarang sih belum ada kenaikan harga daging,” tandasnya.