Bau Tak Sedap Tumpukan Sampah di Depan Pasar Parakanmuncang Sumedang Ganggu Pengguna Jalan

  • Bagikan
Tumpukan sampah di parakanmuncang
TUTUP HIDUNG: Seorang pejalan kaki menutup hidung saat melintas di depan tumpukan sampah pasar Parakanmuncang Cimanggung. - IMAN NURMAN

INISUMEDANG.COM – Sejumlah pengguna jalan Parakanmuncang Simpang tepatnya di depan Pasar Parakanmuncang, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma bau tak sedap.

Tak jarang, sampah yang disimpan di pinggir Jalan Raya Parakanmuncang yang kerap kali menumpuk, karena telat diangkut itu, timbulkan aroma tak sedap.

Selain menimbulkan aroma tak sedap, dari tumpukan sampah itu juga mengeluarkan cairan bau yang mengalir hingga ke ruas jalan yang menjadi akses utama warga.

“Bau sekali, apalagi jika terkena sinar matahari, baunya sampai ke depan Puskesmas Cimanggung yang berjarak sekitar 100 meteran,” kata Ujang Sumpena warga Parakanmuncang, Kamis (25/11/2011).

Menurut Ujang, selain sampah dari dalam pasar Parakanmuncang, sampah juga dihasilkan dari warga luar yang sengaja membuang sampah ke TPS di depan pasar.

Besarnya volume sampah dan telatnya petugas sampah mengangkut, menyebabkan sampah itu menggunung dan mengeluarkan bau yang menggangu pengguna jalan yang melintas.

“Duka, tos lier mikirana ge. Atos mah bau, lamun nuju penarikan sampah sering macet. Kunaon atuh warga pasar teh rek direnovasi tidak mau. (Sudah puyeng dipikirin juga, Sudah bau, apalagi saat penarikan sampah sering menimbulkan macet. Kenapa ya warga pasar tidak mau direnovasi),” ujarnya dengan menggunakan logat sundanya.

Padahal, kata Ujang, jika pasar Parakanmuncang direnovasi, lahan parkir bisa diperluas, dan tempat penampungan sampah bisa digeser ke belakang pasar seperti di Pasar Tanjungsari.

Selain tidak menyebabkan kemacetan saat mengangkut sampah, sambung Ujang, bau tak sedap yang ditimbulkan sampah itu juga tidak sampai ke fasilitas umum yang lain. Apalagi jalan Paramon (Parakanmuncang) adalah jalan provinsi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kecamatan Cimanggung, Ahmad Aradea mengatakan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pengelola pasar dan DLH Kabupaten Sumedang. Untuk menyikapi kondisi sampah yang ada di depan pasar Parakanmancang karena keluhan masyarakat selalu disampaikan kepada pemerintah kecamatan.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Tanjungsari yang membawahi Pasar Parakanmuncang, Amung mengaku, persoalan sampah di pasar Parakanmuncang menurutnya bukan menjadi tanggung jawab pihak pasar melainkan dari bagian Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang.

“Pihak pasar hanya sebatas menyiapkan sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cibeurem Cimalaka. Selanjutnya tanggungjawab DLHK,” imbuh Amung.

Amung menuturkan, sampah yang menumpuk di pasar Parakanmuncang itu sebagian besar disumbangkan oleh warga luar alias bukan murni sampah hasil aktivitas pedagang yang ada di lingkungan pasar.

“Banyak warga dari luar yang sengaja buang sampah di pasar. Sedangkan di sini untuk pedagang ada sekitar 450 pedagang, itu termasuk penjual kaki lima yang di pinggir-pinggir,” tutup Amung.

  • Bagikan