oleh

Ini 3 Solusi Atasi Banjir di Jalan Bandung – Garut, Hasil Rakor Forkopinda Sumedang

INISUMEDANG.COM – Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Sumedang, bersama instansi terkait melaksanakan rapat kordinasi (Rakor) penanggulangan banjir yang menjadi langganan di jalan raya Bandung-Garut KM 23, tepatnya di wilayah Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor.

Rakor penanggulangan banjir tersebut, diikuti oleh Kapolres AKBP Dwi Indra Laksamana, Dandim 0610 Letkol Arh Novianto Firmansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Endang Sudarma SH, Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman dan juga para pejabat terkait lainnya.

“Kami sudah melakukan pengecekan, untuk mencari penyebab terjadinya banjir di jalan raya Bandung-Garut KM 23 atau di sekitar PT Kahatex. Hasilnya kami menyimpulkan, selain Curah hujan yang tinggi diperparah juga oleh sistem drainase yang belum optimal dan persoalan sampah yang menyumbat gorong gorong, sehingga tidak dapat menampung debit air. Akibatnya air meluap ke jalan,” ucap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir pada sejumlah awak media di Kantor Kecamatan Cimanggung, Rabu (12/2).

Selain itu, sambung Dony, ada tiga titik lokasi banjir, jika hujan lebat tiba yaitu, di jalan raya Bandung-Garut KM 23 sepanjang 900, wilayah Desa Cipacing dan Dusun Cipasir Desa Cintamulya.

“Kedepan untuk mengantisipasi persoalan banjir tersebut, kita akan mengoptimalkan drainase di wilayah Cipacing, normalisasi sungai Cikeruh dan Cikondang. Dan juga akan dibangun kolam retensi di wilayah Cipacing,” ujarnya.

Dony menambahkan, pihaknya juga akan berkordinasi dengan Kabupaten Bandung, untuk bersama sama mengatasi persoalan banjir, dimana wilayahnya berbatasan dengan kabupaten Bandung.

“Untuk penanganan sementara jika terjadi banjir, kita telah disiagakan sebuah pompa air berukuran besar di PT. Kahatex,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana mengatakan, jika terjadi banjir di jalan raya Bandung-Garut KM 23, pihaknya akan melakukan antisipasi Cara Bertindak (CB) yang telah disiapkan. Yaitu, malakukan penarikan arus secara optimal dengan mengarahkan kendaraan menjadi dua lajur.

“Kami akan ploting sejumlah personil, yaitu didepan gerbang PT Kahatex dan PT Dwipapuri,” tegasnya.

Selain itu, tambah Kapolres, bisa juga dilakukan CB Contra flow sepanjang 3 KM, yaitu mulai dari putaran Permata Hijau sampai dengan PT. Kwalram.

“Kita juga akan melakukan pemasangan traffic cone dan papan rambu petunjuk arah. Untuk CB pengalihan arus dari arah Bandung akan melalui jalur Jatinangor-Tanjungsari-Simpang dan nantinya akan keluar di Parakanmuncang Kecamatan Cimanggung,” tandas Kapolres. **

Acep Shandy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait