Imbas Dibekuknya Dua Pemalak di Cimanggung, Jalan Parakanmuncang-Simpang Sumedang Nihil Pak Ogah

  • Bagikan
Pa Ogah

INISUMEDANG.COM,- Imbas diringkusnya dua orang pemalak yang berkedok menjual air mineral secara paksa, di Dusun Cicabe Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, tepatnya di Jalan Raya Parakanmuncang Simpang, kini di jalan tersebut yang biasanya banyak berdiri pak ogah di pinggir jalan, terpantau tidak ada aktivitas jual air mineral ke supir supir truk seperti sebelumnya.

Seperti diketahui, Dua oknum preman berinisial NM dan US warga Cicabe dibekuk tim Reskrim Polsek Pamulihan setelah memalak supir truk di Jalan Raya Parakanmuncang Simpang. Korban dikejar sampai Simpang Pamulihan, dan berlindung ke Mapolsek Pamulihan.

Sebelumnya, pelaku meminta uang ke supir truk, lalu korban memberi uang Rp2000. Tak Terima diberi uang recehan, lantas kedua pelaku mengejar korban hingga merusak kendaraan korban.

Pantauan IniSumedang.Com, selain di Dusun Cicabe Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, aksi menjual air mineral ini pun terjadi di Dusun Clomgado Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung dan di depan Indomaret Parakanmuncang Dusun Parakanmuncang Desa Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung. Dengan modus menjual air mineral secara paksa, pelaku bisa menarif air mineral ke supir truk, tronton, kontainer dari Rp2000 sampai Rp20.000.

“Ya biasanya ada di tiga titik di Jalan Raya Parakanmuncang Simpang. Tapi pagi tadi tidak ada aktivitas imbas dibekuknya dua Pemalak di Cicabe,” kata Deni Setiawan warga sekitar.

Menurut Deni, aksi malak dengan dalih menjual air mineral secara paksa itu sudah dilakukan sejak lama, bahkan mengganggu pengguna jalan yang lain. Tak jarang pelaku berdiri di tengah jalan (antara marka jalan) dan meminta uang recehan ke supir truk, box, kontainer, dan truk ekspedisi.

“Kalau lagi arus lalu lintas cepat, bisa menyebabkan kecelakaan. Karena pelaku berdiri di tengah jalan yang menyebabkan pengguna jalan terganggu karena menghalangi jalan. Apalagi, jika kendaraan besar, arus lalu lintas sempat terhenti karena kendaraan melaju pelan,” ujarnya.

Dia berharap, aparat penegak hukum menindak tegas perilaku premanisme seperti itu baik dengan dalih menjual air mineral atau sekedar mengatur arus lalu lintas. Sebab, banyak madorotnya, ketimbang untungnya.

“Masih mending yang membantu menyebrang, atau mengatur kendaraan di persimpangan jalan. Mereka membantu pengendara. Dikasih 500 atau 3000 juga mereka menerima tidak memaksa. Kalau dikasih 2000 tidak mau, jelas ada unsur paksaan dan itu tindakan pemalakan,” ujarnya.

  • Bagikan