Hampir 10 Ribu Guru di Sumedang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang memastikan hampir 10 ribu tenaga pendidik/Guru di Sumedang sudah disuntik vaksin Covid-19.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Disdik Kab. Sumedang Agus Wahidin, disela kegiatannya di SMPN 1 Sumedang, Rabu (18/8/2021).

Agus mengatakan, jumlah tenaga pendidik/guru di Sumedang berjumlah sekitar 10 ribu guru, yang terdiri dari Guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru di Kabupaten Sumedang berjumlah sekitar 6127 orang, sedangkan jumlah guru honorer berdasarkan pendataan tahun 2013 berjumlah 3200 orang.

“Namun, dari jumlah 10 ribu guru tersebut, ada sekitar 342 guru belum disuntik dengan berbagai faktor seperti karena faktor usia, mempunyai riwayat penyakit. Dan ada juga yang tidak mau divaksin. Tapi untuk yang tidak mau divaksin kami terus melakukan pendekatan,” ujarnya.

Meski hanya tinggal 343 guru atau sekitar 4 persen guru yang belum vaksinasi, kata Agus, tidak serta merta bisa segera untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka.

“Boleh tidaknya pembelajaran tatap muka, faktornya bukan hanya vaksinasi saja. Tetapi banyak faktor yang harus dilihat sebelum memulai pembelajaran tatap muka kembali dibuka,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus menuturkan, untuk kembali dibukanya pembelajaran tatap muka, tentunya harus diwaspadai beberapa faktor, salah satunya adalah mobilitas siswa di luar sekolah.

Hal ini tentunya sangat riskan, untuk itu, sebelum belajar tatap muka dilaksanakan indikator-indikator lainnya harus mengacu pada regulasi pemerintah atau Satgas Covid-19.

“Jika di lingkungan sekolah, pelajar pastinya bisa kami jamin, tetapi jika di luar sekolah kami tidak bisa menjaminnya, karena mobilitas pelajar itu tinggi di luar sekolah. Dan ini yang kami khawatirkan,” tuturnya.

Dimintai tanggapannya terkait pembelajaran tatap muka, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, jika pembelajaran tatap muka di sekolah harus menunggu Sumedang turun ke level 2.

“Untuk guru dan sarana prasarana sudah siap, terlebih sudah hampir 100 persen guru di Sumedang ini sudah vaksinasi. Tetapi kita harus menunggu dulu sampai Sumedang ini ada di level 2. Sekarang sebetulnya sudah level 3, tapi karena Sumedang masuk algomerasi Bandung Raya, jadi perlakuannya tetap seperti Level 4,” kata Dony saat dikonfirmasi sejumlah wartawan saat meninjau Studio Hybrid Learning di SMPN 4 Sumedang.

Untuk itu, kata Dony, keputusan kapan mulai kembali belajar tatap muka di sekolah, tetap masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Terutama terkait pemberlakuan PPKM, terlebih saat ini pemerintah Pusat masih menetapkan Sumedang berada di level 4.

“Kita tunggu saja arahan dan regulasi dari pemerintah pusat. Karena saat ini kita melaksanakan arahan dari Pusat,” kata Dony menegaskan.

  • Bagikan