Erick Tohir Dorong Pesantren Menjadi Corong Peradaban Ekonomi Baru

  • Bagikan
Erick Tohir
KUNJUNGAN: Menteri BUMN Eriek Tohir saat kunjungan ke Ponpes Internasional As Syifa Walmahmudiyah Sumedang - IMAN NURMAN

INISUMEDANG.COM – Upaya memulihkan ekonomi pasca Pandemi Covid 19, Menteri BUMN, Erick Thohir sowan ke pesantren-pesantren yang ada di seluruh Nusantara. Sabtu (4/12) mantan Presiden Inter Milan itu mengunjungi Ponpes Internasional As Syifa Walmahmudiyah Sumedang di Dusun Simpang Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan.

Dalam kunjungannya, Erick akan mensuport pesantren-pesantren untuk menjadi mercusuar pemulihan ekonomi Indonesia dampak pandemi Covid 19. Sebagai contoh di Asyifa akan ada pelatihan ternak sapi dengan sistem digital dan tak lepas dari teknologi internet. Dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Erick, Indonesia seharusnya mampu menguasai sektor industri halal global.

Untuk itu, Erick mendorong agar santri di pondok pesantren untuk produktif menjadi pelaku atau penggerak ekonomi halal tersebut.

“Indonesia yang merupakan penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia justru tidak masuk 10 besar dalam industri ekonomi halal di dunia. Saat ini, Brazil dan Taiwan yang justru menguasai industri halal dunia,” ujarnya.

Sehingga, kata Erick, pondok pesantren harus berperan serta menjadi penggerak ekonomi halal global ini. Sekarang ini BUMN konsen dan terus melakukan intervensi. Seperti, menjalin kerjasama dengan pondok pesantren di Indonesia.

“Pesantren ke depan, harus jadi pengisi dari industri halal ini dan BUMN akan support dengan berbagai program yang telah bergulir,” ucapnya.

Program tersebut, kata Erick, salah satunya melalui program Makmur. Yaitu, ekonomi umat untuk mengembangkan industri halal melalui pesantren. Para santri juga bisa magang di BUMN untuk mengembangkan keahliannya. Dan program lainnya, sebagai upaya untuk terus mendorong ekonomi pesantren jadi lumbung pangan.

“Pesantren harus menjadi mercusuar peradaban, bercocok tanam, berdagang, kita mendorong bagaimana UKM UKM di pesantren tumbuh. Termasuk ekonomi ibu-ibu dengan Program Mekarnya. Program pinjaman ini 1 sampai 4 juta per UKM. Sampai saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 1.6juta dengan perputaran uang sekutar 1.6 triliun,” ujarnya.

Erick mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sukses menangani Covid 19 di Indonesia. Menjaga protokol kesehatan, memakai masker dan divaksin menjadi prioritas utama.

“Perang tidak lagi memakai pistol, tapi Sekarang perang yang tidak kelihatan. Salah satunya perang melawan Covid 19. Kesadaran masyarakat menanggulangi Covid sudah baik. Jika covidnya naik ekonomi turun, jika covid turun maka ekonomi naik,” ujarnya.

Tahun 2025, lanjut Erick, ekonomi Indonesia tumbuh. Kuncinya selain menangani Covid 19 kita harus rukun. “Kami dari BUMN terus mendukung program pro rakyat. Kita negara muslim terbesar di dunia, artinya industri halal pun besar. Tapi produksi makanan halal indonesia tidak masuk rangking dunia,” tandasnya.

  • Bagikan