Duh! Warga Segel Kantor Desa Nyalindung

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Puluhan warga Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, menyegel pintu kantor desanya.

Segel tersebut, dipasang dalam bentuk tulisan pada kertas HVS yang ditempel di pintu kaca kantor pelayanan desa Nyalindung. Dengan isi tulisannya berbunyi “Mohon maaf atas nama aspirasi masyarakat, desa kami segel”, Selain itu ada tulisan “Desa Nyalindung Kami Segel !!!”, dan tulisan yang ketiga “Pelayanan Publik Tetap Berjalan”.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, aksi penyegelan kantor Desa Nyalindung oleh tersebut, dilakukan oleh warga seusai menyampaikan aspirasinya di GOR Desa pada hariSenin (5/4/2021) kemarin.

Kendati pintu kantor desa itu disegel warga, pantauan wartawan di lapangan, namun aktivitas pelayanan publik di desa, masih tetap berjalan. Selain itu, perangkat desa Nyalindung tetap memberikan pelayanan, Selasa (6/4/2021) siang.

Salah seorang perangkat Desa yang bertugas sebagai Kepala Wilayah II Dusun Cikandung Desa Nyalindung, Jajang Somantri mengatakan, meski ada tulisan penyegelan di pintu kantor pelayanan, namun aktivitas pelayanan kepada masyarakat berjalan seperti biasanya.

“Meski disegel, tapi para perangkat Desa tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hanya saja, karena pintu utama ditutup, sehingga warga harus menggunakan jalan samping, ketika akan meminta pelayanan ke Desa,” ujarnya kepada wartawan.

Jajang mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti terkait aksi penyegelan yang dilakukan oleh warga tersebut. Dirinya hanya mengetahui, pada kemarin siang, ada warga berdatangan ke kantor desa dan ingin bertemu dengan Kepala Desa.

“Kalau kronologis pasti saya tidak tahu persis, hanya saja kemarin siang, puluhan warga datang ke desa, dan katanya ingin menyampaikan aspirasinya ke pa Kuwu. Karena pa kuwu tidak ada di tempat, warga akhirnya menempelkan kertas bertuliskan segel itu di pintu kantor pelayanan,” tandasnya.

Adanya aksi penyegelan kantor Desa berupa tulisan tersebut, dibenarkan oleh Kepala Desa Nyalindung Budi Yanto,. Menurutnya, warga memasang kertas bertuliskan “disegel” di pintu masuk kantor desa, ketika dirinya sedang tidak berada di kantor desa atau sedang berada di luar.

“Informasinya warga ingin bertemu dengan saya, tapi saat itu saya sendiri kebetulan sedang di luar. Padahal, sebelum warga datang ke desa, ada sebagian warga yang ke desa itu sebenarnya sempat bertemu dengan saya,” ujarnya kepada wartawan.

Budi menuturkan, secara pribadi dirinya kurang begitu mengerti aspirasi seperti apa yang ingin disampaikan warganya. Pasalnya, sebelum mereka datang ke kantor desa, sebagian tokoh diantaranya ada yang sempat bertemu dengannya.

“Pagi sebelum ada aksi penyegelan itu, saya sendiri sempat menanyakan kepada beberapa tokoh, ada masalah apa sebenarnya, dan aspirasi seperti apa yang ingin disampaikan hingga harus berama-ramai ke desa,” kata Budi.

Budi menambahkan, sebenarnya jika warga benar-benar ingin menyampaikan aspirasi untuk kemajuan desa, tentu pihaknya akan dengan lapang dada menerima.

Ketika disinggung apakah aksi penyegelan tersebut, merupakan buntut dari mosi tidak percaya warga terhadap kepala desa yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, Budi hanya menjawab “mungkin”.

“Saya juga tidak mengerti, tapi mungkin masih masalah itu. Dan terkait masalah itu, sudah sering dilakukan mediasi,” tandasnya.

  • Bagikan