oleh

DPRD Sumedang Terima Keluh Kesah Pengusaha Karaoke di Tengah Pendemi

INISUMEDANG.COM-DPRD Kabupaten Sumedang menerima audiensi dari Asosiasi Pengusaha Karaoke Sumedang (APEKS), Kamis (16/7/2020).

Audiensi diterima oleh Ketua Komisi II Warson, S.Ag, M.M dan Ketua Komisi III H. Mulya Suryadi S.Pd, M.Kom beserta ssjumlah Anggota Dewan lainnya, Agung Gundara, Ferry Budianto dan Oky Yulisthyra Kuswandi, S.Ip.

Ketua APEKS Ai menuturkan, kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan aspirasi keinginan mereka untuk membuka kembali usaha karaoke, yang mana selama ini ditutup sementara seiring berlangsungnya pandemi Virus Corona di Sumedang.

Ai beralasan, jika melihat kabupaten/kota lain di Jawa Barat sudah mulai membuka kembali usaha karaoke.

Menurutnya, banyak kerugian yang dialami para pengusaha karaoke selama empat bulan lebih tutup, karena tidak adanya pendapatan, sejumlah bahan makanan dan minuman siap saji menjadi mubazir, dan peralatan lain-lain yang rusak.

“Kemudian, kami juga terpaksa harus merumahkan sejumlah karyawan, yang berimbas pada hilangnya pendapatan mereka,” ujarnya.

Pada audiensi yang dihadiri juga oleh Satuan Polisi Pamong Praja itu, Ai mengatakan pihaknya siap menjalankan sejumlah rangkaian protokol kesehatan di tempat-tempat karaokenya, jika diizinkan temlat usahanya dibuka.

“Kami memohon kejelasan aturan terkait hiburan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Karena pada peraturan terkait hiburan di masa pandemi ini kami belum mendapatkan kejelasan menyangkut hal karaoke,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II Warson, S.Ag mengatakan, pihaknya mendukung siapa saja yang melakukan upaya bisnis di Sumedang guna medorong perekonomian masyarakat, termasuk usaha hiburan karaoke.

“Tentunya usaha karaoke ini sejajar dengan usaha-usaha lainnya. Jadi kami juga mendorong dalam rangka pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Warson menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan APEKS tersebut dengan menyampaikannya ke Bupati Sumedang

“Kami akan sampaikan ini kepada Bupati, terkait bagaimana kejelasan aturan tentang hiburan yang sudah dikeluarkan menyangkut karaoke. Dan tentunya, kami juga mendorong kepada para pengusaha karaoke agar mana kala dibukanya nanti agar selalu memperhatikan protokol kesehatannya dengan ketat, dan tamu yang datang harus dicek KTPnya, dicatat nomor teleponnya. Pokoknya harus seketat mungkin,” ungkapnya.

Namun sebelum itu, kata Warson, pihaknya juga berencana akan melakukan tinjauan secara langsung ke tempat-tempat karaoke tersebut. Guna memastikan kesiapan para pengusaha dalam menyiapkan prokes di masa pandemi.

“Kami akan kroscek dulu tentunya, yang mana hasilnya itu yang akan kami jadikan bahan kepada pemerintah agar karaoke tersebut bisa dibuka kembali,” ucapnya.

Komentar

News Feed