Banner Iklan bjb

Cerita Kerbau Punya Kekuatan Baru, Usai Mandi di Cikahuripan Ranca Manik Sumedang

INISUMEDANG.COM – Cerita tentang Sumedang memang tiada habisnya. Berbagai cerita yang terjadi di masa lalu, kini menjadi legenda dan masih dipercaya oleh anak cucunya. Seperti adanya cerita seekor kerbau yang kalah bertanding. Namun tiba-tiba memiliki kekuatan baru dan mengalahkan lawannya setelah berendam di Cikahuripan Ranca Manik.

Kisah tersebut, hingga kini diyakini oleh warga dusun Sagara Manik Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. Salah satunya Didi 84 tahun warga Dusun Sagara Manik RW 07 RT 01 Desa Cipancar.

Menurutnya cerita tersebut menjadi legenda warganya. Bahwa di tempatnya itu ada Cikahuripan Ranca Manik yang mana airnya diyakini warga memiliki kekuatan supranatural.

“Usia saya 84 tahun sekarang ini, saya lahir di sini, dan Ranca Manik itu, sejak dulu jaman buyut saya pun sudah ada. Jadi, saya tidak mengetahui silsilah nama Ranca Manik karena saya takut salah kalau hanya tahu sedikit mah. Adapun kisah Kerbau yang memiliki kekuatan baru. Saya tahu dan kisah ini menjadi turun temurun dan menjadi legenda di masyarakat”. Kata Didi kepada IniSumedang.Com Selasa malam 7 Juni 2022 di kediamannya.

Kala itu, kata Didi, ada pemilik kerbau yang mengikutsertakan kerbaunya untuk bertanding adu kekuatan. Sepintas, kerbau yang dimilikinya sangat gagah perkasa, dengan tanduk yang menjulang serta badan yang tegap dengan umur masih muda.

“Ada keanehan dalam pertandingan adu kekuatan itu, Kerbau yang dimilikinya mendadak kalah dari lawannya. Tentunya, itu jauh dari harapan si pemilik kerbau, karena melihat lawan kerbaunya itu beda kelas. Tapi, kenyataannya kerbau yang dimiliki terkapar dan kalah telak,” tuturnya.

Kerbau Yang Kalah Itu Tiba-tiba Bangun dan Berlari Ke Area Cikahuripan Ranca Manik

Namun anehnya, sambung Didi, Kerbau yang kalah itu tiba-tiba bangun dan berlari ke area Cikahuripan Ranca Manik, dan selanjutnya seperti sedang bersemedi di lokasi itu. Bahkan, menurut cerita kerbau itu bersemedi selama 7 hari 7 malam.

“Selama 7 hari 7 malam Kerbau itu bersemedi di area Cikahuripan Ranca Manik. Ternyata setelah 7 hari itu, kerbau tersebut keluar dan mencari kembali lawan tandingnya yang pernah mengalahkannya. Singkat cerita, kedua kerbau pun bertanding kembali, dan benar saja, setelah bersemedi itu, hanya butuh waktu sekejap Kerbau yang pernah mengalahkannya itu tumbang dan meminta ampun,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, kata Didi, maka tempat Ranca Manik menjadi air Cikahuripan dan dipercaya warga dan sekitarnya sampai sekarang bahwa Cikahuripan Ranca Manik memiliki kekuatan supranatural.

“Akhirnya tidak sedikit warga dari berbagai daerah meminta air Cikahuripan Ranca Manik ini. Ada yang menggunakan sekedar untuk di basuh muka, atau di minum. Bahkan dipakai mandi ketika akan memulai pekerjaan dan ingin sukses, baik itu dari segi olahraga ingin menang atau bahkan ketika bertanding mencalonkan diri jadi pejabat publik,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Didi, semua itu kembali terhadap keberhasilan yang dihasilkan dari buah kerja keras dan yang paling utama yaitu Ridho Allah SWT. Adapun Air Cikahuripan hanya perantara saja, tetap, kekuatan usaha dan doa lah yang lebih dari segalanya.

“Berdoa dan kerja keras ketika ingin sukses, menggunakan media air Cikahuripan Ranca Manik hanya sebatas pelengkap saja. Walaupun banyak orang yang meyakininya bahwa air Cikahuripan Ranca Manik memiliki kekuatan supranatural,” tandasnya.