Banner Iklan bjb
Berita  

Berapa Tarif Jalan Tol Cileunyi-Sumedang? Berikut Daftarnya

Tarif Tol Cileunyi Sumedang
Waspada KM 160-163 Tol Cisumdawu

INISUMEDANG.COM – Kabar mengenai jalan tol Cisumdawu di seksi II akan dibuka pada Kamis 1 Desember 2022 menyeruak di media sosial. Namun, Satuan kerja (Satker) Tol Cisumdawu belum bisa mengumumkan kapan akan dioperasionalkan. Meskipun secara Uji Laik Fungsi (ULF) sudah terpenuhi dengan baik.

Lalu, berapakah tarif tol Cisumdawu dari Cileunyi ke Sumedang (GT Sumedang Kota)? Berikut Penjelasannya menurut Pamtol PT CKJT, Sukirno dalam wawancara singkat bersama inisumedang di Kantor Satker Tol Desa Cibeusi Jatinangor.

Menurutnya, tarif tol dari Cileunyi ke Sumedang, persis sama. Seperti dari Cileunyi ke Pamulihan dengan harga Rp 1000 per 1 KM. Jadi, jika dari Cileunyi ke Pamulihan itu berjarak 11 KM, maka tarif tol nya Rp11.000. Sedangkan jarak dari Pamulihan ke GT Sumedang Kota itu 17,5 KM. Maka harga dari GT Pamulihan ke Sumedang Kota itu Rp17.500. Sehingga jika ditotalkan jarak dari Cileunyi ke Sumedang itu 27.5 KM, maka tarifnya Rp27.500.

“Ya hampir sama dengan yang sudah beroperasi, itu 1000 rupiah per 1 KM. Tinggal dikalikan saja jarak tempuhnya,” ujarnya.

Menurut Sukirno pengeoprasian jalan Tol Cileunyi-sumedang-Dawuan (Cisumdawu) itu secara resmi dikelola PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) yang sudah memegang kontrak dengan Jasa Marga selama 40 tahun. Artinya, setelah 40 tahun maka dikembalikan lagi ke BUMN.

“Sekarang kan pengelolaannya oleh swasta, makanya kami bersama Satker juga masih lama di sini. Ya untuk perawatan dan pemeliharaan jalan tol,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satker Tol Cisumdawu melalui Kaur TU, Nur Fachri mengatakan pengerjaan tol Cisumdawu di seksi 1 sampai 3 itu dikerjakan Satker Tol (kementrian PUPR). Sedangkan untuk seksi 4 sampai 6 dikerjakan pihak swasta.

Pelaksanaan ULF dilakukan Hari Selasa 1 Nopember 2022

“Pelaksanaan ULF yang dilakukan pada Selasa (1/11/2022) dan Rabu (2/11/2022) terdiri dari Seksi 2 (Pamulihan – Sumedang) sepanjang 17,05 Km dan Seksi 3 (Sumedang – Cimalaka) sepanjang 4,05 Km oleh tim evaluasi yang terdiri dari unsur Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia. Dan sudah layak fungsi artinya sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau yang akrab disapa Jalan Tol Cisumdawu Seksi 2 dan 3 telah dilaksanakan Uji Laik Fungsi (ULF) dalam rangka memastikan semua spesifikasi teknis persyaratan dan fasilitas perlengkapan jalan yang ada di ruas Jalan Tol dapat terpenuhi dengan baik serta sesuai ketentuan dan kriteria yang berlaku, terutama aspek keselamatan lalu lintas.

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp. 5,5 Triliun. 

Dari keenam seksi, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km dan Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km dikerjakan oleh Pemerintah. Seksi 1 dan 2 sudah operasional 100%, dan telah dilaksanakan uji laik fungsi.

Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT). Untuk Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100% dan telah dilaksanakan uji laik fungsi.

Untuk pembangunan Seksi IV Cimalaka – Legok (8,2 Km), Seksi V A&B Legok – Ujung Jaya (14,9 Km), dan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan akan selesai konstruksinya pada akhir tahun 2022 mendatang.