Bakal Tingkatkan Perekonomian, OTD Jatigede Dukung Pembangunan Menara Kujang Sepasang

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Dinilai bakal menjadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian, Warga Orang terkena dampak (OTD) pembangunan Waduk Jatigede mendukung rencana Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil yang akan membangun Menara Kujang Sepasang di Objek Wisata Panenjoan Desa Jemah Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang.

Seperti diutarakan salah seorang OTD asal Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal, Sridiyanto Wijaya bahwa, warga terdampak Jatigede sudah banyak berkorban untuk kepentingan Jawa Barat. Seperti pemanfaatan Waduk Jatigede yang air baku untuk warga Indramayu, Majalengka, dan Cirebon dan Tenaga listrik untuk kepentingan warga di pulau jawa.

Disisi lain, sambung Sridiyanto, pengembangan ikan melalui Keramba Jaring Apung (KJA) tidak diperbolehkan. Sehingga, satu-satunya manfaat waduk Jatigede yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah pariwisata.

“Jadi salah satu sektor yang diharapkan dapat mendongkrak kembali perekonomian OTD adalah sektor Pariwisata. Untuk itu, kami warga OTD sangat mendukung rencana Gubernur Ridwan Kamil dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk membangun Menara Kujang Sepasang, karena kami yakin berawal dari situ dapat menjadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian masyarakat sekitar waduk Jatigede,” kata Pria yang akrab dipanggil Kang Yanto itu, Jumat (28/5/2021).

Yanto menuturkan, pembangunan menara Kujang Sapasang adalah gagasan cerdas karena bisa menjadi ikon dan meningkatkan daya tarik pariwisata Jatigede.

Terlebih, kata Yanto, pada tahun ini jalan tol Cisumdawu akan rampung. Untuk itu, mau tidak mau Sumedang, khususnya Jatigede harus punya magnet yang dapat memikat para wisatawan yang tentunya bakal berdampak terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat.

“Sumedang harus punya magnet baru yang dapat menarik perhatian wisatawan, Kalau tidak, warga Jatigede akan jadi penonton. Kemiskinan pun akan makin meningkat,” kata Yanto menegaskan.

Hal Senada dikatakan salah seorang OTD lainnya yang merupakan eks Warga
Desa Cibungur yang kini menetap di Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja bahwa, pembangunan menara Kujang Sapasang adalah sebuah terobosan, karena membangun sektor pariwisata membutuhkan waktu yang lama, malah hingga puluhan tahun.

Baca Juga : Korban Jatigede, Desa Cisurat Disebut Desa Termiskin se-Jawa Barat

“Hanya dengan terobosan ikonik seperti menara Kujang Sapasang, waktu yang lama tersebut, bisa dipangkas. Sehingga dalam beberapa tahun bisa jadi destinasi unggulan. Apalagi Sumedang adalah puseur budaya Sunda dan kujang adalah simbol kedigdayaan budaya Sunda. Sangat tepat,” tuturnya.

Wahidin menambahkan, dirinya merasa prihatin terhadap para anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya Dapil Sumedang yang harusnya mendukung, bukan malah sebaliknya menolak rencana pembangunan Menara Kujang Sepasang tersebut.

“Biaya 100 milyar sebenarnya terlalu murah jika dibandingkan dengan pengorbanan warga Jatigede. Kalau tidak bisa membantu kesulitan kami, ya jangan mengganggu dan menghalang-halangi program terobosan ikonik ini,” ucapnya.

Adapun Kepada Pak Gubernur, sambung Wahidin, kami warga terdampak Jatigede mengucapkan terima kasih dan Jangan pernah lelah serta ragu-ragu, untuk terus sejahterakan warga Jatigede, Sumedang dan Jawa Barat.

“OTD sudah kahilangan Pemukiman, Lahan pertanian, Infratuktur umum untuk pembangunan Waduk Jatigede, jadi kami berharap melalui Menara Kujang Sepasang ini, jadi cikal bakal meningkatnya geliat perekonomian masyarakat khususnya OTD Jatigede,” tandasnya.

  • Bagikan