54 Kerajaan Se-nusantara Bakal Hadiri Festival Adat Kerajaan Nusantara Virtual di Sumedang

  • Bagikan
Festival Adat Kerajaan Nusantara

INISUMEDANG.COM – Untuk pertama kalinya sebanyak 54 Kerajaan Se-nusantara akan menghadiri Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) Virtual yang akan dilaksanakan di Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, pada Selasa 28 September 2021 nanti.

Ketua Panitia FAKN Rd. Lili Soemadilaga melalui Wakil ketua 3 Panitia FAKN Agus Tuptup mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan promosi pesona Indonesia, serta memberikan wawasan kepada masyarakat
tentang Keraton dan kerjaan yang resmi yang dan sudah diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keraton adalah pilar utama berdirinya NKRI. Dan melalui FAKN ini, serta dapat
meningkatkan pengetahuan masyarakat akan keraton yang mulai memudar. Untuk itu,
diperlukan strategi peningkatan citra dengan tujuan mengingatkan masyarakat akan
peranan Keraton,” kata Agus kepada sejumlah wartawan di Gedung Negara, Kamis (24/9/2021) malam.

Lebih lanjut Agus menuturkan, rencananya FAKN ini, akan diikuti oleh 54 Kerajaan se-nusantara. Dan hingga hari ini, sudah 43 Kerjaan yang sudah konfirmasi untuk hadir.

“Yang hadir dari Kerajaan nanti, rencananya para Paja dan Permaisuri dan juga akan dihadiri oleh ketua dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Dan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual,” tuturnya.

Agus mengatakan, FAKN ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Sumedang. Dan akan dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Nanti pelaksanaannya dengan Prokes yang ketat, mulai dari surat keterangan vaksin, hingga Swab PCR ataupun Antigen harus dipenuhi oleh para peserta,” ujar Agus.

Adapun pelaksanaannya nanti, sambung Agus, para raja dan permaisuri akan melakukan pertemuan tertutup bagi umum. Dan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan FAKN ini, bisa mengaksesnya melalui YouTube Keraton Sumedang Larang.

Kemudian karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, ada beberapa rangkaian kegiatan yang terpaksa tidak dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kerumunan. Seperti kirab Panji dan pameran benda pusaka kerajaan.

“Prokesnya sangat ketat, dan dalam pertemuan juga dilakukan tertutup. Jangan warga umum, kami juga sebagai panitia tidak bisa mengikuti pertemuan yang akan dilakukan oleh para raja dan permaisuri,” jelasnya.

  • Bagikan