SUMEDANG – Sebanyak 450 personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Barat bersama sekitar 300 relawan diterjunkan dalam kegiatan bakti sosial bertajuk Sabilulungan Sareng Brimob Meresihan Walungan. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan aliran Sungai Cikeruh yang melintasi wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini menyasar delapan desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Cikeruh, yakni Desa Hegarmanah, Cikeruh, Mekargalih, Jatiroke, Sayang, Cintamulya, Cileles, dan Cipacing.
Kasat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Zuhdi Batu Bara mengatakan, sebanyak 450 personel Brimob dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Jumlah itu ditambah sekitar 300 relawan dari berbagai unsur sehingga total personel yang terlibat mendekati 700 orang.
“Untuk Brimob sendiri, kami turunkan 450 personel, ditambah teman-teman relawan sehingga jumlahnya hampir 700 personel,” kata Zuhdi.
Menurut dia, pada tahap pertama kegiatan pembersihan direncanakan menyasar delapan sungai atau titik aliran sungai yang membutuhkan penanganan. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah apabila pelaksanaan di lapangan berjalan lancar.
Zuhdi menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah aliran sungai mulai mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan material lainnya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Kami melihat beberapa sungai sudah mulai tersumbat. Apalagi sekarang hujan mulai turun. Jika tidak segera dibersihkan, kondisi ini berpotensi mengakibatkan banjir bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai unsur masyarakat untuk memastikan kegiatan berjalan efektif. Pembersihan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel Brimob dan relawan yang tersebar di delapan desa sasaran.
Untuk tahap pertama, kegiatan bakti sosial tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan kondisi sungai dan hasil pekerjaan di lapangan guna menentukan kemungkinan perluasan sasaran pembersihan.
Zuhdi berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga semakin mendekatkan hubungan antara Brimob dan masyarakat.
“Harapan kami, sungainya menjadi bersih dan masyarakat semakin dekat dengan Brimob yang ada di Jatinangor. Itu salah satu tujuan kegiatan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Brimob Polda Jabar, para relawan, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Fajar, kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kondisi sungai yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak membuat masyarakat lengah dan menyerahkan sepenuhnya persoalan kebersihan kepada pemerintah maupun petugas yang melakukan kerja bakti.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Brimob, relawan, dan masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini. Tetapi jangan sampai masyarakat menjadi lalai. Kesadaran menjaga kebersihan harus tetap menjadi tanggung jawab bersama, termasuk menjaga ketertiban dalam membuang sampah agar tidak dibuang sembarangan, apalagi ke saluran air maupun sungai,” ujar Fajar.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga persoalan sampah dan penyumbatan aliran sungai tidak terus berulang.




