SUMEDANG – Prestasi membanggakan diraih siswa SMA Al Ma’soem, Kabupaten Sumedang. Sebanyak 35 siswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, meski proses kelulusan resmi kelas XII belum dilaksanakan.
Kepala SMA Al Ma’soem, Ronny Andrias Lakani, mengatakan hingga pertengahan April 2026, sebanyak 29 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dua siswa melalui jalur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta empat siswa diterima di perguruan tinggi luar negeri di Rusia dan Turki.
“Ini merupakan pencapaian luar biasa. Para siswa telah menunjukkan kerja keras dan konsistensi dalam belajar sehingga mampu meraih hasil terbaik. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi siswa lainnya yang masih berjuang melalui jalur UTBK maupun seleksi mandiri,” ujar Ronny.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, orang tua, serta program pembinaan akademik yang terstruktur. Dari 29 siswa yang lolos melalui jalur SNBP, dua di antaranya diterima pada program sarjana internasional (International Undergraduate Program/IUP) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), masing-masing pada program studi Matematika dan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam.
Sementara siswa lainnya diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, serta Universitas Pendidikan Indonesia.
Prestasi juga ditorehkan di tingkat internasional. Tiga siswa berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan studi S1 di Rusia, sementara satu siswa lainnya diterima di perguruan tinggi di Turki. Keberhasilan ini didukung oleh program pendampingan khusus bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Salah satu penerima beasiswa ke Rusia, Faras Atta Rabbani, mengungkapkan bahwa program pembinaan yang diberikan sekolah sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi.
“Program coaching menjadi salah satu fasilitas penting yang membantu kami untuk bisa lolos ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Azka Putra K yang diterima di Bahcesehir University. Ia menilai bimbingan dari guru dan civitas akademika berperan besar dalam keberhasilannya.
“Dengan persiapan yang matang dan kesungguhan, saya akhirnya bisa lolos seleksi ke perguruan tinggi di Turki,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Azizul, penerima beasiswa di Rusia, menyebutkan bahwa selain pembinaan akademik, pendidikan karakter dan keagamaan juga menjadi bekal penting selama menempuh pendidikan di SMA Al Ma’soem. Ia diterima di program studi teknik elektro melalui kerja sama pemerintah Rusia dan Indonesia di Bauman Moscow State Technical University.
Capaian ini semakin menegaskan peran sekolah dalam mencetak lulusan berdaya saing global, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.






