Diskominfo Jatim: Semangat Wartawan Pejuang Sumpah Pemuda Relevan di Era AI

Wartawan Sumpah Pemuda era AI
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP.

SURABAYA, 28 Oktober 2026 — Peran wartawan dalam sejarah perjuangan bangsa menjadi pengingat bagi industri media untuk terus menjaga kebenaran dan kepercayaan publik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Di era ketika informasi dapat disebarkan dalam hitungan detik, verifikasi, konteks, dan tanggung jawab jurnalistik menjadi kunci utama.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., dalam Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”, konferensi pada 28–29 Oktober 2026 ini membahas masa depan industri media di tengah perubahan teknologi digital.

Sherlita mengaitkan peringatan Sumpah Pemuda dengan peran pers dalam menyebarluaskan gagasan kebangsaan. Sherlita menyinggung Wage Rudolf Supratman, wartawan sekaligus pencipta lagu Indonesia Raya yang memperdengarkan karyanya dalam Kongres Pemuda II pada 1928, serta Mohammad Tabrani, wartawan yang memperjuangkan gagasan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Kiprah mereka menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga berkontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa. Semangat tersebut tetap relevan di tengah perubahan ekosistem informasi saat ini.

“Kalau dulu media dipercaya karena cepat, hari ini media dipercaya karena benar,” jelas Sherlita.

Menurutnya, perkembangan AI dan maraknya kreator konten membuat kecepatan bukan lagi keunggulan eksklusif media. Karena itu, jurnalisme perlu mempertahankan verifikasi, konteks, dan tanggung jawab sebagai fondasi profesionalisme dan pembeda dari arus konten digital.

IDMC 2026 membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ekosistem informasi, hak cipta dan perlindungan karya jurnalistik, komunikasi krisis di era AI, hingga kepercayaan publik. Seluruh isu tersebut berkaitan dengan upaya membangun ekosistem informasi yang kredibel dan berkelanjutan.

Sherlita juga menyebut terdapat 87 media di Jawa Timur yang telah terverifikasi Dewan Pers. Dia berharap jumlahnya terus bertambah sebagai bagian dari penguatan profesionalisme pers dan kepercayaan masyarakat.

Sherlita menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ruang digital. Kolaborasi antara pemerintah, media, kreator konten, akademisi, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kualitas informasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi penyelenggaraan IDMC 2026 dan berharap konferensi ini menghasilkan rumusan konkret yang dapat diterapkan. Jawa Timur, lanjut Sherlita, terbuka menjadi ruang kolaborasi untuk menguji dan menjalankan gagasan yang dihasilkan.

AMSI melalui IDMC 2026 mendorong industri media untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan integritas jurnalistik. Semangat wartawan pada masa Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga kebenaran, memperkuat kepercayaan publik, dan turut membangun masa depan bangsa.

IDMC 2026 didukung oleh PT Pertamina (Persero), PT Astra Internasional Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), PT Djarum, PT Alamtri Resource Indonesia Tbk, PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, PT Freeport Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Bank Jago Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT GoTo Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, PT Astra Honda Motor, dan PT Indonesia Asahan Alumunium (INALUM).