Triwulan II 2021, bjb Sukses Tekan NPL di Angka 1,34 Persen

  • Bagikan
Bank BJB

BANDUNGPandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum usai, pada akhirnya menekan setiap lini perekonomian, termasuk juga perbankan di Indonesia. Melihat tren yang kurang menggairahkan, bank bjb justru lari kencang dalam performa kredit serta penekanan jumlah Noan Performing Loan (NPL).

Pada Triwulan II tahun 2021, bank bjb masih dapat mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini salah satunya tercermin dari raihan laba bersih bank bjb di Triwulan II 2021 yang mampu tumbuh 14,4% menjadi sebesar 924 miliar rupiah.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 20,0% year on year (YoY) atau mencapai 150,4 triliun rupiah.

Sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan mampu tumbuh secara nett sebesar 6,7% year on year menjadi 91,6 triliun rupiah. Bahkan, kualitas kredit yang disalurkan pun terjaga dengan baik dengan tingkat NPL alias kredit macet hanya sebesar 1,34%.

“NPL kami terjaga dengan baik bahkan terpaut cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional pada posisi Mei 2021 yang mencapai 3,35%,” ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Yuddy melanjutkan, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross per Juni 2021 ada di level 1,34% atau turun dari periode yang sama tahun yakni 1,6%. NPL net turun dari 0,48% menjadi 0,38%.

Yuddy juga merinci, kualitas kredit terjaga karena perseroan melakukan ekspansi pada pada captive market berbasis payroll.

“Selain itu, juga kami fokus pada sektor usaha yang minim terdampak pandemi Covid-19 dan yang masih ada permintaan kreditnya,” jelasnya.

Sampai dengan akhir tahun, bank bjb menargetkan kredit bisa tumbuh sekitar 7%-8 persem dan NPL tidak mengalami pemburukan. Bank ini berharap, NPL bisa terjaga di level 1,3%-1,5%.

Namun, Yuddy menekankan indikator rasio keuangan itu ke depan akan tergantung pada dampak kebijakan PPKM ke depan. Seiring pertumbuhan kredit, laba bersih bank berkode emiten BBJB ini tumbuh cukup bagus hingga 14,4% secara year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, bank bjb tercatat meraup laba bersih atau laba tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp921,84 miliar per Juni 2021. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perseroan hanya membukukan laba bersih Rp807,47 miliar.

Pertumbuhan net profit ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 20,1% secara yoy dari Rp3,08 triliun menjadi Rp3,69 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp110,12 triliun atau meningkat 21,03% dari Rp90,98 triliun pada Juni 2020. Alhasil, total aset Bank bjb meningkat 20.04% YoY dari Rp125,3 triliun pada Juni tahun lalu menjadi Rp150,4 triliun.

  • Bagikan