Tokoh Masyarakat Mandala Herang Setuju Pembangunan Geothermal di Gunung Tampomas, Asal Masyarakat Sejahtera

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Dahrum Hernayat atau biasa di sapa Atep Dahrum salah satu tokom masyarakat Desa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka mengaku setuju dengan rencana pemerintah yang akan pembangunan Geothermal (Panas Bumi) di Gunung Tampomas, asal masyarakat sejahtera.

“Mengenai Geothrmal itu sudah diwacanakan sejak dulu ada yang setuju dan tidak, tapi kalau saya secara pribadi kalau program itu akan mensejahterakan masyarakat saya setuju,” Jelas Dahrum Hernayat, di tempat aktivitasnya, Selasa, (23/3/2022).

Ia mengatakan, bahwa di daerah Tuban Jawa Timur masyarakatnya mendadak menjadi Milyader, tapi memang hal tersebut harus dikaji kembali secara matang.

“Contohnya itu sudah terjadi di Tuban Jawa Timur sampai disebut Desa Milyader, nah contohnya kalau saya di Desa Mandala Herang nanti jadi Desa Milyader saya setuju, tapi harus semua sejahteta. Tapi kalau program ini kira-kira merugikan, saya tidak setuju nanti lihat minplus nya banyak madorotnya atau banyak maslahatnya, harus ada penjelasan dulu dari pihak pemerintah atau sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Kecamatan Buahdua dan Conggeang, Kabupaten Sumedang, dengan tegas menolak rencana pemerintah untuk mengembangkan energi panas bumi atau geothermal di Gunung Tampomas.

Penolakan tersebut, karena Warga khawatir, eksplorasi geothermal akan merusak kelestarian alam, sehingga akan berdampak buruk pada warga yang bermukim di sekitar Gunung Tampomas.

Tokoh masyarakat Buahdua H Supriadi mengatakan, terkait mengembangkan panas bumi di Gunung Tampomas tersebut, sudah mulai direncanakan sejak tahun 2010 lalu.

“Rencana pemerintah untuk mengembangkan geothermal di Gunung Tampomas saat ini sudah mulai terdengar lagi. Dan kami tegaskan dari dulu sampai sekarang, warga tetap menolaknya,” kata Supriadi, di Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua, Senin (22/3/2021).

Baca Juga : Masyarakat Sumedang Akan Di tes Masiv Covid-19

Gunung Tampomas ini, sambung Supriadi, merupakan sumber penghidupan warga yang bermukim disekitarnya. Karena mayoritas warga Buahdua ini adalah petani, peternak dan berkebun.

“Jadi sumber penghidupan warga sangat bergantung pada keasrian alam di sekitar Gunung Tampomas. Sehingga, sangat wajar kalau warga merasa cemas,” ujarnya.

Selain itu, Supriadi mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pemerintah mengenai rencana pemanfaatan panas bumi tersebut, tidak pernah melibatkan masyarakat Buahdua dan Conggeang.

“Sosialisasi yang dilakukan pemerintah itu, belum menyentuh pada masyarakat bawah. Dan baru di tingkat kabupaten dan kecamatan saja,” tuturnya.

Kemudian jika pemerintah serius mengembangkan panas bumi di Gunung Tampomas, Tambah Supriadi, Pemerintah harus betul-betul menyampaikan secara mendetail dan jelas, karena yang akan merasakan dampaknya langsung nanti adalah masyarakat.

“Masyarakat wajib tahu apa manfaatnya, apa dampak dan kemungkinan terburuknya. Jadi, kami harus benar-benar paham,” kata Supriadi mengakhiri.

  • Bagikan