Banner Iklan bjb

Sidang Konsinyasi Tak Menghasilkan Putusan, P2T ATR/BPN Sumedang Kembali Dilaporkan ke APH

P2T Sumedang

INISUMEDANG.COM – Sidang konsinyasi antara pihak Cece Kurdia melawan Hj Euis Dewi di Pengadilan Negeri Sumedang. Pada sengketa saling klaim antara kedua belah pihak, atas hak tanah pembebasan tol di blok Bodoloa Kaler Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, tidak membuahkan keputusan.

Kuasa dari Cece Kurdia, Asep Riyadi mengatakan. Sidang konsinyasi yang telah di laksanakan tadi menemukan fakta fakta di persidangan, Hakim mempertanyakan kasus atau sengketa yang di konsinyasikan. Dan pihaknya akan melaporkan perkara ini ke APH (Aparat penegak hukum).

“Dari awal bahwa pa Cece Kurdia sudah jelas dari mulai pemberkasan hingga penandatanganan resume itu sendiri atas nama Cece Kurdia. Tetapi di tengah jalan yang di konsinyasi yang di bawa P2T menjadi Euis Dewi selaku pihak yang bukan pemilik tanahnya”. Ungkap Asep saat diwawancarai IniSumedang.com Rabu, 5 Januari 2022 kemarin.

P2T Sumedang Bersepakat Persengketakan Hak Tanah dengan Orang Yang Bukan Hak Tanah Tersebut

Hal ini, kata Asep, merupakan tendensi buruk dalam proses pembayaran ganti rugi tol Cisumdawu di Desa Bongkok Kecamatan Paseh. Sehingga dirinya merasa prihatin atas perilaku P2T Sumedang yang di Pimpin oleh saudara Yanyan dari BPN Sumedang.

“Atas perilaku P2T BPN Sumedang Yanyan, saya merasa prihatin, dimana dengan jelas bersepakat atau melakukan perbuatan hukum dengan memaksa hak atas tanah milik saudara Cece Kurdia untuk di persengketaan ke orang yang tidak memiliki kapasitas sebagai hak atas tanah tersebut,” ujar Asep.

Atas perbuatan itu, lanjut Asep, pihaknya akan segera melaporkan perbuatan melawan hukum dan persengkokolan serta pemufakatan jahat yang di lakukan P2T Sumedang dengan pihak ibu Euis Dewi. Mudah mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya terutama untuk percepatan penyelesaian dampak Tol Cisumdawu.

P2T Sumedang, Hakim saja barusan bingung, resumenya dari awal pemberkasan sampai penetapan ganti rugi atas nama Cece kurdia, tetapi di konsinyasi jadi muncul nama Euis Dewi. P2T jelas jelas melakukan perbuatan melawan hukum dan bersekongkol dengan mafia tanah. Untuk mengambil hak tanah milik bapa Cece kurdia selaku pemilik sah atas tanah tersebut,” tegas Asep