Banner Iklan bjb

Seram! Begini Cerita Pesugihan di Waduk Jatigede Sumedang

Pesugihan Waduk Jatigede
Waduk Jatigede

INISUMEDANG.COM – Mendengar cerita misteri tentang Waduk Jatigede tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Sumedang, berbagai cerita muncul. Mulai dari mitos Uga Keuyeup Bodas, penghuni Waduk hingga cerita tentang keangkerannya.

Seperti cerita yang akan kami bahas kali ini, yaitu tentang terungkapnya sejumlah tempat pesugihan kawasan waduk Jatigede.

Pesugihan di kawasan Waduk Jatigede sendiri, berdasarkan keterangan sejumlah orang. Yaitu berupa Pesugihan jin Iprit atau Ratu Ular yang disebut nyata adanya.

Beberapa orang sesepuh di kawasan itu membenarkan hal tersebut, dalam kacamata pelaku pesugihan dan orang yang bisa melihat wujud ghaib. Ratu Ular itu begitu cantik mempesona seperti Ratu Ratu jaman kerajaan yang bermahkota.

“Saking cantiknya, konon pelaku pesugihan merasa takjub dan tak berkedip ketika berada dekat dengan Ratu Ular itu”. Seperti dilansir IniSumedang.Com dari laman YouTube bernama Miko Lebak Official yang telah diunggah sembilan bulan yang lalu.

Dalam video YouTube itu diceritakan, ada sejumlah alasan para pelaku melakukan pesugihan di waduk Jatigede. Diantaranya kesulitan ekonomi di rumah tangganya sehingga ingin memiliki kekayaan serta mendapatkan kekuasaan.

Ratu Ular Cantik Tiada Tanding

Selain itu, ada juga alasan yang ingin memiliki sensasi nikah dengan Ratu ular, karena informasi dari mulut ke mulut Ratu Ular itu cantik tiada Tanding.

Bahkan, para pelaku pesugihan pada prosesi ritual dengan Ratu Ular, bisa langsung melihat jika Ratu Ular tersebut berubah wujud dari perempuan cantik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pesugihan.

Biasanya para pelaku pesugihan yang bisa melihat melalui indranya yang telah dibuka oleh Kuncen atau juru kunci. Jadi manusiawi kalau kepincut, saat prosesi pernikahan pelaku bisa memilih ratu ular yang akan dinikahinya.

Kuncen menawarkan opsi yang banyak untuk mengenalkan Ratu Ular kepada pelaku pesugihan. Dan juru kunci memperkenalkan satu persatu nama nama Ratu Ular tersebut, diantaranya Ratu Ular Sekar Manik, Intan Manik, dan Shinta Manik dan si pelaku pesugihan tinggal menunjuk tergantung seleranya.

Beberapa ciri lain pelaku pesugihan terhadap Ratu Ular, biasanya cenderung menutup diri, berpakaian biasa saja dan wajahnya seperti dihantui kecemasan. Praktik pesugihan dibeberapa tempat yang sekarang tergenang waduk Jatigedé memang nyata adanya.

Tempat Pesugihan Di Waduk Jatigede

Ritual pesugihan disalah satu tempat di seputar kawasan yang kini menjadi waduk Jatigede. Tempat pesugihan di Wilayah Jatigedé ini berada di lembah sungai, orang yang mau menjalani pesugihan dengan Ratu Ular terlebih dahulu mendatangi juru kunci untuk mengetahui arahan dan caranya.

Kemudian setelah sepakat dengan arahan dan berbagai cara pelaku pesugihan melakukan ritual khusus. Dalam ritualnya itu, pelaku menyiapkan sesajen berupa kembang dan kemenyan, prosesi ritual yang paling utama harus siap menikahi Ratu ular, dan untuk menghadirkan Ratu ular itu tugas kuncén.

Adapun prosesinya, layaknya pernikahan manusia karena ratu ular juga menjelma menjadi wanita cantik. Pesugihan dengan Ratu Ular di wilayah itu tidak harus memberikan tumbal jiwa manusia, hanya bagi pelaku pesugihan di setiap malam jumat harus berada dikamar khusus untuk melayani Ratu Ular.

Si pelaku pesugihan dan orang yang bisa melihat wujud ghaib wujud ratu ular itu sangat cantik. Dan persyaratan lainnya bahwa pelaku pesugihan tidak boleh berselingkuh dengan wanita lain kecuali dengan istri sahnya.

Kalau berselingkuh, pelaku pesugihan akan dikejar kejar, sebagaimana diceritakan oleh beberapa orang yang telah melakukan pesugihan dengan Ratu Ular.

Sementara datangnya uang yang membuat para pelaku kaya terjadi dari beberapa cara. Umumnya pelaku pesugihan dengan Ratu Ular dengan cara berdagang, biasanya tidak langsung kaya mendadak, ada waktu waktu tertentu untuk menuju pundi-pundi uang.