Sat Narkoba Polres Sumedang Amankan 9 Tersangka Pengedar Sabu dan Penyalahgunaan Psytropika OKT

  • Bagikan
POLRES SUMEDANG, Konferensi Pers Pengungkapan Pengedar Sabu dan Penyalahgunaan Psytropika Obat Keras Terbatas

KOTAKapolres Sumedang AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto didampingi Kasat Narkoba Polres Sumedang AKP. Ari Aprian Ferdiansyah, KBO Sat Narkoba IPTU. Taryono, Kasubag Humas AKP. Dedi Juhana  Gelar Konferensi Pers hasil pengungkapan Kasus Narkotika jenis sabu dan  Penyalahgunaan Obat Keras Terbatas (OKT) dan Psikotropika, Pada Rabu (16/6/21).

Menurut Kapolres saat ini Sat Narkoba Polres Sumedang telah mengamankan 9 sembilan orang tersangka yang telah melakukan tindak Pidana Narkotika jenis Sabu dan Penyalahgunaan obat keras terbatas  dan Psikotropika.

“Telah mengamankan 9 sembilan orang tersangka yang telah melakukan tindak Pidana Narkotika jenis Sabu dan Penyalahgunaan obat keras terbatas  dan Psikotropika Sebanyak 3 orang yang berinisial GP, DH Als. USUY dan barang bukti yang amankan berupa 1 paket Narkotika jenis Sabu berat 0,38 gram, 1  unit KR 4, 2  buah HP, 1 set alat hisap sabu,1 pack plastik klip bening, 1  buah alat timbang digital,dan 1 buah HP”. Ujar Kapolres.

Masih menurut Kapolres, dari hasil pengembangan dari tersangka  ADR Als. DION telah di amankan barang bukti berupa 1 set alat hisap sabu, 1 pack plastik klip bening, 1  buah alat timbang digital, 1 buah HP, dan saat ini satu orang tersangka yang berinisial AA masih dalam pencarian orang.

“Pelaku tersebut cara mengedarkannya sabu dengan modus operandi Tempelan, Face to face,Komunikasi melalui Media Social”. Terangnya.

Kata Kapolres, untuk tersangka penyalahgunaan obat keras terbatas (OKT) sebanyak 5 tersangka yang berinisial HDR Als. ANDRA, HR Als. RAMA, LN Als. BAHO, HD Als. KERIBO, TK ALS. KUDA, dan  1 tersangka  Psytropika dengan inisial  HR Als. UWA.

Baca Juga : Beberapa Pejabat Polres Sumedang Pindah Tugas dan Jabat Posisi Baru

“Dari ke enam tersangka telah diamankan barang bukti berupa Obat jenis HEXYMER sebanyak 2.520 (dua ribu lima ratus dua puluh) butir, Obat jenis TRAMADOL HCL 50 mg sebanyak 1.574 (seribu lima ratus tujuh puluh empat) butir, Obat jenis DEXTRO sebanyak 320 (tiga ratus dua puluh) butir, Obat jenis TRIHEXIPHENIDIL sebanyak 730 (tujuh ratus tiga puluh) butir, Psikotropika jenis ALPRAZOLAM sebanyak 26 (dua puluh enam) butir, dan Barang-barang yang ada kaitannya dengan tindak pidana tersebut Uang tunai hasil penjualan Obat sebesar Rp. 512.000,- (lima ratus dua belas ribu),5 (lima) buah handphone,600 (enam ratus) pcs plastik klip bening ukuran 4×6 cm, 5 (buah) buah tas gendong/selendang”. Tambahnya.

Modus operandi cara mengedarkannya para pelaku dengan cara Chas On Delivery (COD) dan Komunikasi melalui Media Social.

Kata Kapolres, pasal yang diterapkan tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu yaitu melanggar UU RI No.35 tahun 2009, tentang Narkotika “pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a” Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).

“Sedangkan Tersangka penjual Psikotropika melanggar Pasal 62 dan atau pasal 60 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997, tentang Psikotropika. Dengan acaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)”. Jelas Kapolres.

  • Bagikan