Razia di Bulan Ramadhan, Satpol PP Sumedang Amankan Enam Pasangan Diduga Mesum

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Sumedang berhasil mengamankan enam pasangan bukan suami istri yang diduga akan berbuat mesum disejumlah hotel di Sumedang.

Selain itu, pada giat penertiban
Minuman keras (Miras) dan wanita tuna susila (WTS) ini, Satpol PP juga berhasil menyita 23 botol miras dari tiga Depot Jamu di sejumlah wilayah di Sumedang, Sabtu (1/5/2021) malam.

Kegiatan penertiban Miras dan WTS itu, dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) pada Satpol PP Ka. Sumedang Yan Mahal Rizzal dengan melibatkan puluhan anggota Satpol PP.

Menurutnya, kegiatan penerbitan ini dilaksanakan berdasarkan
Perda Kab. Sumedang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Perda Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaran Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Peraturan Bupati Sumedang Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggar Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan PSBB dan AKB dalam penanganan Covid-19. Serta Surat Perintah Kasatpol pp Kab. Sumedang Nomor : 800/071/IV/PPUD Tanggal 30 April 2021 dalam rangka penertiban, pengendalian, pengawasan WTS dan Pemberantasan Miras.

“Kegiatan ini, kami lakukan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat di Sumedang dalam melaksanakan dalam menjalankan ibadahnya di Bulan Ramadhan ini,” kata Rizzal.

Adapun hasil kegiatan penertiban miras dan WTS ini, sambung Rizzal, pihaknya mengamankan 23 botol miras berbagai merk dari tiga depot jamu dan 6 pasangan bukan suami istri yang kedapatan sedang ngamar di salah satu hotel dan kos-kosan di wilayah Sumedang.

“Untuk Ketiga pemilik Depot jamu diduga melanggar Perda Kab. Smd Nomor 17 Tahun 2003 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Perda Kab. Sumedang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, dan ketiga orang tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan. Sedangkan ke 6 pasangan bukan suami istri, kami bawa untuk di bina dan diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatan serupa dengan dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditanda tangani oleh yang bersangkutan diatas materai,” tandasnya.

  • Bagikan