Raden Suriadiwangsa Menjadi Bupati Wadana Prayangan

  • Bagikan
Raden Suriadiwangsa
Gambar : Foto Sampul Buku Penelusuran Arsip Sejarah pemerintah Sumedang, Masa Pemerintahan Belanda Tahun 1800 - 1942

Bagian 2 (Asal Usul Berdirinya Sumedang larang dan Sumedang Pada Masa Pemerintahan Belanda)

SURIADIWANGSA atau KUSUMADINATA IV atau RANGGA GEMPOL I diangkat sebagai Bupati Wadana Prayangan, jabatan yang setingkat dengan Gubernur masa kini yang membawahi wilayah seluruh Jawa Barat kecuali Cirebon dan Banten (sebelum Banten menjadi propinsi) termasuk membawahi wilayah yang dikuasai RANGGA GEDE.

Tidak berapa kemudian beliau mendapat perintah untuk menaklukkan Sampang Madura. Wilayah kekuasaannya dititipkan kepada RANGGA GEDE karena putra-putranya belum ada yang dewasa.

Beliau berhasil menaklukkan Sampang Madura namun tidak berapa lama sekembalinya ke Mataram malah beliau djatuhi hukuman mati oleh SULTAN AGUNG akibat fitnah dari Bupati Purbalingga yang bernama DIPATI UKUR.

Mendengar saudaranya telah dihukum mati, Rangga Gede mengambil alih dan mempersatukan wilayah titipan dengan wilayah miliknya, berarti Sumedang Larang kembali keluas asalnya. SURIADIWANGSA atau RANGGA GEMPOL I yang bernama KARTAJIWA menuntut kemball wilayah kekuasaan ayahnya namun tidak ditanggapi, akhirnya ia pergi dan meminta bantuan Sultan Banten.

Ini Baca Juga : Asal Usul Berdirinya Sumedang larang dan Sumedang Pada Masa Pemerintahan Belanda

Mulailah pemerintahan PANGERAN RANGGA GEDE atau PANGERAN KUSUMADINATA III baik sebagai Bupati Sumedang maupun sebagai Bupati Wadana Prayangan/Priangan dari tahun 1625 sampai tahun 1633, dibawah pengaruh Mataram dan terdapat berbagal perubahon baik struktur organisasi dan pengenolan nama jabatan antara lain Bupati, Wadana, Kabupaten (dari Ko-Bupoti-an), termasuk nama Sumedang Lorang menjadi Sumedong saja tanpa Larang, juga berbagai gelar kepangkatan, dalam silsilah diangap sebagai Bupati Sumedang ke 4.

Beberapa waktu kemudian terjadilah intervensi Kesultanan Banten akibat pengaruh KARTAJIWA putra Suriadiwangsa atau Rangga Gempol yang ingin memperoleh kembali haknya, beberapa wilayah Sumedang ditaklukan dan dikuasa Banten. Karena dianggap tidak mampu menghadapi serangan Banten akhirnya RANGGA GEDE dipecat oleh SULTAN AGUNG dan dipenjarakan di Mataram.

Jabatan beliau sebagai Bupatil Wadana Prayangan dicopot dan diserahkan kepada DIPATI UKUR yang memindahkan pusat pemerintahan ke daerah Ukur (Bandung sekarang) dengan misi pertama mengusir tentara Kesultanan Banten dari wilayah Priangan.

  • Bagikan