SUMEDANG – Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah Kecamatan di Sumedang mulai rawan air bersih. Mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memasok air bersih secara intensif.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sumedang, memasuki pekan ketiga di bulan Agustus ini tercatat ada enam kecamatan yang dipasok air bersih. Wilayah tersebut di antaranya, Kecamatan Darmaraja, Cimanggung, Cimalaka, Cisarua, Ujungjaya dan Kecamatan Pamulihan.
“Iya hingga pekan ketiga di bulan Agustus ini, proses bantuan distribusi air bersih keenam Kecamatan di Sumedang mencapai 57.500 liter. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terlayani mencapai 1.527,” kata Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya Somantri, 20 Agustus 2026.
Dari enam kecamatan yang terdampak kekeringan dan rawan air bersih, lanjut Rully, Kecamatan Cimanggung menjadi wilayah yang cukup parah mengalami kekeringan dan dipasok air bersih 21.000 liter air bersih.
“Di Cimanggung sendiri berdasarkan data yang kami terima ada tiga desa yang harus dipasok air bersih, yaitu Desa Cikahuripan, Pasirnanjung dan Desa Mangunarga,” ungkapnya.
Dalam pendistribusian air bersih sendiri, tambah Rully, pihaknya bekerjasama dengan TNI, POLRI, PMI dan PDAM.
“Dalam pendistribusian air bersih tentunya kami bekerjasama dengan TNI, POLRI, PMI dan PDAM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Rully mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan air bersih secara bijaksana mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung.
“Berdasarkan data BMKG, puncak kemarau ini diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September ini. Untuk itu,
Kami berharap masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Namun selama masih ada warga yang membutuhkan, BPBD bersama seluruh pihak terkait akan terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih,” kata Rully menegaskan.





