Puluhan Generasi Muda di Sumedang Digembleng Menjadi UMKM Milenial Naik Kelas

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Puluhan muda-mudi di Sumedang digembleng untuk menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Naik Kelas pada Pelatihan UMKM Sumedang Naik Kelas, yang dilaksanakan di Aula Tampomas IPP Setda Kabupaten Sumedang, Rabu (27/10/2021).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kepentingan untuk bahu membahu melahirkan 60 UMKM yang tangguh.

“Outcome dari kegiatan ini adalah 60 orang yang tangguh naik kelasnya alias usahanya bisa meningkat. Dan kami bekali juga para anak-anak muda ini dengan teknologi informasi sehingga akan lebih akseleratif,”

Ia berharap UMKM baru yang lahir ini bukan hanya berbasis konvensional. Akan tetapi bisa memulai mengembangkan ‘startup’ (perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat).

“Jika era sebelumnya itu ada namanya economic scale, artinya hebatnya sebuah usaha ditentukan oleh dari skala usaha. Sekarang paradigmanya sudah berubah ke economic speed, artinya ekonomi itu ditentukan oleh kecepatan. Jadi walaupun modalnya hanya lima sampai sepuluh juta, tapi cepat,” ujarnya.

Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Sumedang lanjutnya sangat menyambut baik sehingga tugas Pemerintah adalah memastikan masyarakat bisa bertumbuh. Mengingat sektor UKM adalah sektor yang strategis saat ini.

Di samping itu pula berdasarkan data, 99,99 persen lapangan pekerjaan didominasi oleh UMKM. Sehingga secara nasional akan membuka 97 persen lapangan pekerjaan secara nasional untuk UMKM, dan 3 persennya adalah usaha besar.

“Mudah-mudahan Sumedang bisa mencuri peluang dalam sektor UMKM, dan tentu ending-nya bisa meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan bahkan pengangguran. Saya yakin dengan kolaborasi, inovasi dan integrasi, program ini akan sukses melahirkan 60 UMKM milenial,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, Wudan Lukmanul Hakim mengatakan, adanya pelatihan Milenial Sumedang Naik Kelas ini, merupakan salah satu ikhtiar dari Pemerintah Kabupaten Sumedang yang kerjasama dengan Yayasan Masyarakat Indonesia Emas (YMIE).

“Alhamdulillah walaupun kegiatan ini non-budgeter dari APBD Sumedang. Namun kita terus berusaha bagaimana menaikkan kelas UMKM di Sumedang ini,” kata Wudan saat dikonfirmasi disela kegiatannya.

Sementara untuk peserta pelatihan sendiri, kata Wudan, yaitu terdiri dari anak-anak muda milenial Sumedang sebanyak 60 orang. Dimana nantinya, pelatihan ini akan dilaksanakan kurang lebih 1 sampai 2 bulan yang akan dilaksanakan secara online maupun offline.

“Jadi selain ada pelatihan ada juga pendampingan baik untuk pemasaran, cara kemasnya terhadap para peserta. Dan untuk para peserta yang mengikuti pelatihan ini, merupakan pelaku UMKM Milenial yang benar-benar mau berjuang dari Nol,” ujar Wudan.

Sementara untuk produk unggulan yang akan dikembangkan pada pelatihan ini, tambah Udan, yaitu Tahu, Ubi Cilembu, Pisang, Kopi dan beberapa produk unggulan lainnya di Kabupaten Sumedang.

“Naik kelas disini yaitu satu produk unggulan harus ada turunannya. Seperti Ubi Cilembu, ke depan tidak hanya Ubi oven saja, tetapi ada turunannya seperti keripik ataupun yang lainnya. Nah ini disini istilah Naik kelasnya,” tutur Wudan.

Wudan menambahkan, jika minat milenial di Sumedang untuk menjadi pelaku UMKM Naik Kelas ini sangat tinggi. Kendati demikian, untuk mengikuti pelatihan ini, yang benar-benar mau berjuang dari nol.

“Untuk para peserta yang saat ini mengikuti pelatihan adalah ada para pelaku UMKM Milenial dan ada juga para Milenial yang ingin betul-betul merintis usahanya. Dan nanti juga kita akan integrasikan dengan digitalisasi. Kemudian diakhiri nanti juga akan ada gelar produk dengan menghadirkan para Buyer,” ucapnya.

  • Bagikan