Banner Iklan bjb

Psikolog P2TP2A Dampingi Anak Korban Kekerasan di Anggrek Regency Sumedang

Anak 5 Tahun di Rantai Bibinya
Seorang anak berusia 5 tahun kedapatan sedang diikat rantai oleh Bibinya sendiri di di Perumahan Angkrek Regensi Sumedang

INISUMEDANG.COM – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang memastikan akan mendampingi bocah 5 tahun yang menjadi korban kekerasan di Anggrek Regency Sumedang yang terjadi pada Rabu 5 Januari 2021.

“Mulai besok korban akan didampingi psikolog dari P2TP2A,” kata Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang Ny Hj. Samantha Dewi saat dimintai tanggapan terkait kasus korban kekerasan di Anggrek Regency, Rabu malam.

Selain itu, sambung Samantha, mengenai kasus tersebut P2TP2A sudah menugaskan dua orang untuk menengok korban di Polres Sumedang dan akan terus terlibat dalam pendampingan korban.

“Saya telah menugaskan dr. Titi dan pa Firman untuk menengok korban di Polres dan akan terus terlibat dalam pendampingan korban,” tandasnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, R yang masih berusia 5 tahun. Kedapatan sedang diikat rantai oleh Bibinya sendiri di Perumahan Angkrek Regensi Blok Soka No 27 RT. 4 RW. 10 Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, Rabu 5 Januari 2022.

R ditemukan warga dengan posisi tangan terikat rantai dengan dibebani pelek mobil dan kaki diikat ke tangga rumah. Oleh Susi yang merupakan bibinya sendiri, saat warga selesai memadamkan kobaran api di kediaman Susi.

Kasus ini, infomasinya masih telah ditangani oleh Polres Sumedang, pasalnya ketika dikonfirmasi akan kasus ini belum ada jawaban dari Kasat Reskrim Polres Sumedang.