Polisi Ungkap Penjualan Ribuan Obat Tramadol dan Hexymer di Kabupaten Bandung

Obat tramadol dan hexymer
Ilustrasi

BANDUNGPolresta Bandung mengungkap penjualan ilegal obat keras terlarang jenis tramadol dan hexymer. Sebanyak 1.479 butir disita dari Desa Cingcin, Desa Sekarwangi dan Desa Katapang, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo menyampaikan terungkapnya peredaran ribuan butir obat keras terlarang itu berawal dari aduan masyarakat saat pihaknya  menggelar program Jumat Curhat.

“Di Jumat Curhat itu, kami mengundang para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para masyarakat di Kecamatan soreang. Untuk mengutarakan keluh kesah maupun aduan,” ujar Kusworo, Senin 31 Oktober 2022.

Dari situ, lanjut Kusworo, pihaknya menerima beberapa saran dan masukan. Salah satunya berkaitan dengan peredaran minuman keras (miras), premanisme, dan masyarakar diresahkan dengan obat keras terlarang.

“Setelah menampung seluruh aduan dan masukan dari masyarakat saat Jumat Curhat. Anggota Sat Res Narkoba Polresta Bandung langsung melakukan razia di tiga titik yang ada di wilayah Soreang,” tuturnya.

Selain menyita 1. 479 butir obat keras terlarang jenis tramadol dan hexymer, kata Kapolresta Bandung. Jajarannya juga ikut menemukan sebanyak 8 jerigen miras jenis tuak yang siap edar dari 3 desa tersebut.

“Kami terapan pasal sesuai Undang-undang Kesehatan. Ancaman 10 tahun penjara bagi pengedar atau penjual obat terlarang dan bagi penjual minuman keras ilegal kami sanksi dengan tipiring,” tegas Kusworo.

Lebih jauh, Kusworo memastikan pihaknya akan terus merespons informasi yang disampaikan masyarakat termasuk melalui program atau kegiatan Jumat Curhat yang digagas untuk warga Kabupaten Bandung.

“Informasi apapun yang sekiranya perlu ditindaklanjuti oleh kepolisian. Jadi polisi bertindak tidak hanya berdasarkan intelnya polres saja, tapi juga menerima informasi langsung dari masyarakat,” tandas Kusworo.