Pergerakan Tanah di Sumedang, 23 Rumah Terpaksa Harus Dikosongkan

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Sebanyak 23 rumah di Dusun Kopo RT 05/01 Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang, terpaksa harus dikosongkan karena mengalami retakan akibat pergerakan tanah, yang terjadi pada Kamis 25 Maret 2021 sekira pukul 13.00 WIB lalu.

Dampaknya, sebanyak 23 KK yang terdiri dari 69 Jiwa harus diungsikan dari rumah tinggalnya.

Supervisor Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya S mengatakan, hasil asesment di lokasi pergerakan tanah, pihaknya menyarankan agar 23 rumah di Desa Tanjungwangi dikosongkan.

Karena akibat pergerakan tanah itu, sebanyak 14 rumah mengalami rusak berat, 2 rumah rusak sedang, sedangkan 7 rumah lainnya terancam.

“Untuk faktor keselamatan para pemilik rumah. Maka kami menyarankan rumah tersebut dikosongkan, mengingat kondisi rumah yang mengalami retakan, sehingga sangat berbahaya jika ditempati,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, melalui sambungan teleponnya, Sabtu (27/3/2021).

Adapun untuk masyarakat terdampak, sambung Rully, saat ini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Berdasarkan pendataan, saat ini ada 15 KK yang mengungsi di Balai Desa Tanjungwangi yang juga sudah dibuat Posko Bencana, 6 KK tinggal di kerabatnya dan 2 KK di luar kota,” ujarnya.

Rully menuturkan, terkait pergerakan tanah tersebut, saat ini sedang dilakukan kajian oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.

“Jadi apakah harus direlokasi atau tidaknya, kita masih menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh PVMBG,” tuturnya.

Rully menambahkan, saat ini pihaknya sangat membutuhkan logistik bagi warga pengungsi.

“Kami sangat membutuhkan logistik bagi para pengungsi, mengingat banyaknya Bencana yang terjadi di Sumedang ini, membuat kami kewalahan, khususnya untuk logistik,” tandasnya.

  • Bagikan