Percaya Atau Tidak, 9 Benda Ini Tak Baik Disimpan di Rumah

benda tidak baik disimpan di rumah
Kursi Goyang

INISUMEDANG.COM – Masyarakat Indonesia sangat kental dengan cerita mistik dan hal berbau mitos. Meski zaman canggih dan teknologi namun warga +062 ini memang sangat percaya ke hal hal mistis. Percaya Atau Tidak, masih ada benda-benda yang dikeramatkan atau yang dihindari bahkan diwajibkan berada di rumah.

Masih banyak pula benda yang dipercaya dapat membawa kesialan (tidak baik) bagi seseorang apabila disimpan di rumah. Menurut penelusuran inisumedang.com dari berbagai sumber, ada beberapa barang yang jika disimpan justru dianggap membawa kesialan. Berikut daftarnya:

1. Kursi goyang

Kursi goyang identik dengan kisah horor memang sudah ada dari dulu. Sehingga Kursi ini jika disimpan di dalam rumah dianggap sebagai pemanggil roh. Bahkan identik dengan sosok kunti lanak atau nenek nenek tua yang duduk di kursi itu. Bahkan, jika kita berkhayal, kursi itu seakan bisa bergerak sendiri. Dan jangan sekali-kali menyimpan kursi goyang menghadap ke sudut tembok.

2. Jam rusak

Menurut mitos dilarang menyimpan jam rusak. Karena bila menyimpan jam rusak bisa membuat berisiko terjebak dalam kebiasaan dan tidak bergerak maju dalam hidup. Bahkan yang lebih parah lagi, menyimpan jam mati akan mengundang kematian. Jadi, horor sekali ya guys, kisah kisah mistis yang dianggap benar.

4. Kaktus

Sebagian besar tanaman sangat bagus bila disimpan di rumah karena untuk menyaring udara kotor. Namun, tidak bagi jenis tanaman yang satu ini, Kaktus. Bila menyimpan kaktus di dalam rumah maka akan menimbulkan energi buruk bagi rumah Anda. Karena tanaman yang berduri bisa menjadi magnet yang buruk untuk sekitar. Logikanya, duri tanaman itu bisa disentuh anak anak ketika lepas dari pengawasan.

5. Tempat tidur berantakan

Pasti kalian pernah mengalaminya di mana pada suatu hari dimarahi oleh orang tua, karena tempat tidur yang berantakan. Ternyata menurut mitos, tempat tidur yang berantakan bisa membuat mengalami sulit tidur. Bahkan, jika tempat tidur berantakan, bagi kepercayaan umat islam, sangat tidak dianjurkan karena bisa mencegah malaikat Rahmat masuk.

6. Membuka Payung di rumah

Mitos ini sudah lama terdengar di kalangan masyakarat khususnya Indonesia, bahwa membuka payung di dalam ruangan bisa membawa kesialan bagi orang tersebut. Pada zaman Mesir Kuno, membawa barang apapun yang dimaksudkan untuk melindungi diri dari cuaca di rumah dianggap tidak sopan bagi roh-roh penjaga rumah. Karena hal ini menyiratkan bahwa Anda merasa perlindungan roh-roh penjaga rumah kurang baik.

Bahkan, yang lebih parah lagi kepercayaan masyarakat Sunda jika membuka payung di dalam rumah maka akan disambar petir.

7. Tanaman kering/mati

Menurut mitos menyimpan hiasan tanaman kering/mati di sekitar rumah bisa memberikan energi negatif bagi lingkungan rumah. Jangan biarkan tanaman yang tak bernyawa dan kering menjadi hiasan di rumah. Sebab, secara ilmu biologis juga menyimpan tanaman kering/mati tidak akan berpengaruh kepada kebersihan oksigen, justru akan menimbulkan gas karbon dioksida.

8. Menyimpan kalender usang

Menyimpan dan memasang kalender kedaluwarsa menurut mitosnya, bisa mengakibatkan kemalangan, mengurangi kemakmuran dan bahkan mempersingkat umur. Sebab, dengan memasang kalender usang, kita akan mengingat kembali waktu waktu sulit yang dialami atau bahkan hari kematian anggota keluarga kita.

9.Hiasan hewan

Memiliki hiasan hewan yang diawetkan dapat memperindah dekorasi ruangan di rumah. Tetapi mitos yang beredar ialah kalau mempunyai pajangan hewan yang diawetkan maka memberikan pengaruh negatif untuk rumah dan keluarga Anda. Karya seni tersebut menggambarkan adegan kehancuran dan kesan yang kurang baik. Bahkan, jasad hewan yang diawetkan bisa mengundang roh hewan tersebut, apalagi jika hewan buas.

Menurut kepercayaan masyarakat Sunda juga, menyimpan patung atau kepala hewan bisa dimasuki setan dan bisa hidup sendiri. Sehingga membuat kondisi rumah tak kondusif.

Itulah, 9 benda yang tidak baik disimpan di rumah menurut mitos. Sekali lagi itu hanya mitos atau cerita masyarakat zaman dulu yang diwariskan turun temurun melalui lisan. Bagi yang tak percaya, itu tidak akan berpengaruh. Namun, bila percaya, maka pikiran kita akan tersugesti.