Pekan Depan, Belajar Tatap Muka Terbatas di Sumedang Diuji Coba

  • Bagikan
Rapat koordinasi

INISUMEDANG.COM – Seiring diterapkannya PPKM Level 3 di Kabupaten Sumedang mulai 24 Agustus 2021 kemarin. Pembelajaran tatap muka (PTM) akan mulai diuji coba pekan depan dengan skema yang sudah disiapkan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Agus Wahidin di hadapan Bupati Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati H. Erwan Setiawan, Ketua DPRD Irwansyah Putra, perwakilan Forkopimda dan jajaran Satgas Covid-19 di Ruang Tengah Gedung Negara, Rabu (25/8/2021).

“Insyaallah PTM Terbatas ini kita akan coba dan kita kolaborasikan dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) mulai Senin 30 Agustus nanti. Sehingga,
masing-masing tingkatan masuk hanya satu minggu dalam satu bulan, kemudian sisanya BDR,” tutur Agus.

Dengan demikian, sambung Agus, semua tingkatan kelas melakukan pembelajaran tatap muka secara bergiliran dalam satu bulan.

“Skenarionya untuk siswa Kelas 1 dan 2 SD atau MI masuk sekolah di minggu pertama. Kelas 3 dan 4 di minggu kedua. Kelas 5 dan 6 di minggu ketiga. Di minggu keempat semua BDR,” ucapnya.

Hal serupa juga berlaku bagi siswa SLTP dan SLTA masing-masing hanya masuk satu minggu dalam satu bulan.

“Untuk Kelas 1 SLTP dan sederajat masuk di minggu pertama. Kelas 2 di minggu kedua. Kelas 3 di minggu ke 3. Minggu keempat semua BDR. Hal yang sama berlaku juga untuk SLTA,” tuturnya.

Lebih lanjut Agus menuturkan, untuk SLB, PAUD, Dikmas dan Pendidikan Kesetaraan menyesuaikan dengan jumlah murid yang ada.

“Jika muridnya lebih dari 60 orang, maka setiap minggunya hanya 25 % yang masuk sekolah. Kalau 30 orang sampai 60 %, maka di minggu ke 1 sampai 3 hanya 33 % dan di minggu keempat semua BDR. Sedangkan yang muridnya kurang dari 30 orang maka 50 % per minggunya, diselingi dengan BDR di minggu berikutnya,” tuturnya.

Selain itu, kata Agus, Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi serta berkonsultasi dengan jajaran Kantor Kementerian Agama Sumedang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Dimana keduanya menyatakan bahwa keduanya sepakat mengikuti keputusan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam PTM Terbatas ini.

“Kami juga telah menyiapkan tim pemantau yang beranggotakan unsur Pengawas, K3S, MKKS, PGRI, Kantor Cabang Dinas Wilayah III, Kantor Kemenag, Puskesmas, Satgas Kecamatan dan Desa,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Dony Ahmad Munir mengingatkan untuk memperketat pengawasan selama PTM Terbatas berlangsung, terutama saat para siswa berangkat dan pulang sekolah.

“Yang rentan bagi anak sekolah (terpapar) yaitu saat siswa berangkat dan pulang sekolah. Hal itu karena mereka tidak diawasi langsung seperti ketika di sekolah. Dalam perjalanan mereka pasti berinteraksi dengan yang lain atau bahkan berkerumun,” kata Dony.

Untuk itu, kata Dony, semua harus benar-benar disiapkan dengan matang termasuk dengan melakukan harus melakukan simulasi terlebih dahulu.

“Sebelum dilaksanakan harus ada simulasi, hal itu untuk mengecek kesiapan, mulai dari sarana prasarana Prokes di sekolah seperti alat pengukur suhu dan bak cuci tangan, Satgas internal dan eksternalnya, termasuk kesediaan masing-masing Kepala Sekolah untuk bertanggung jawab secara penuh atas berbagai konsekuensi yang mungkin terjadi,” kata Bupati menegaskan.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Erwan Setiawan bahwa, pentingnya uji coba atau simulasi sebelum PTM Terbatas diterapkan sepenuhnya di seluruh sekolah di Sumedang.

“Kalau sudah siap sepenuhnya, kita laksanakan. Namun, jika ragu-ragu lebih baik ditunda. Dan
kita akan bersama-sama ke lapangan untuk mengecek langsung,” kata Erwan.

Erwan juga mengingatkan akan pentingnya disinfektanisasi sebelum dan sesudah belajar tatap muka. Serta antisipasi berbagai kemungkinan lain yang terjadi jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

“Kalau ada yang suhu tinggi, segera diantar pulang. Jangan dulu belajar. Harus ada tim khusus, yang terus memantau siswa,” ujar Erwan.

Erwan juga menambahkan, hal serupa juga harus diterapkan di pesantren-pesantren yang melaksanakan PTM.

“Pesantren-pesantren juga
jangan lengah. Jadi kalau sudah di dalam, diusahakan jangan keluar masuk. Dan jika akan masuk lagi, harus dilakukan tes antigen atau PCR. Terlebih ada santri yang berasal dari luar Sumedang,” tutur Erwan.

  • Bagikan