MUSRENBANG : Pagu Kecamatan Cimalaka Rp. 466 Juta Fokus Pada Rehabilitasi Rutilahu, Wisata dan Pengolahan Sampah

  • Bagikan
Otong R Fasilitator Musrenbang Kecamatan Cimalaka Sedang memimpin Diskusi

INISUMEDANG.COM – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cimalaka dilaksanakan pada Kamis (6/2/2020) di Aula Kecamatan Cimalaka. Hadir pada kegiatan tersebut DPRD Dapil 2 yang juga sebagai narasumber, forkomipincam, tokoh masyarakat dan delegasi dari desa dengan jumlah peserta sebanyak 66 orang. Bertindak sebagai Fasilitator Otong Ruhyatna dari Forum Delegasi Musrenbang (FDM).

Untuk rencana pembangunan tahun 2021 Kecamatan Cimalaka disesuaikan dengan perjanjian kinerja dengan sasaran strategisnya pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas internal perangkat daerah.

Pada sasaran strategis Peningkatan kualiatas pelayanan masyarakat dengan indikator kinerja yaitu, indeks kepuasan masyarakat sebear 82.70 poin. Untuk jumlah Rumah Tangga Miskin desil 1-2 sebanyak 720 KK, ketercapaian PB sebear 100 persen dan cakupan desa yang melaksanakan Siskudes dengan kategori optimal sebesar 100 persen serta cakupan penanggulangan bencana sebesar 100 persen.

Untuk sasaran strategis peningkatan kapasitas dan kapabilitas internal perangkat daerah dengan indikatornya ialah nilai SAKIP perangkat daerah dengan target 71 atau kategori B, untuk tingkat penyerapan anggaran sebesar 98 persen, dengan jumlah inovasi kecamatan sebanyak 1 buah dan indeks reformasi birokrasi sebanyak 70 poin.

Untuk mencapai target tersebut diatas Kecamatan Cimalaka diberikan pagu sebesar Rp. 1.602.000.000. Pagu tersebut dibagi dua yaitu Pagu Indikatif Kewilayahan sebesar Rp. 466.000.000 dan Pagu Indikatif SKPD Kecamatan sebesar Rp. 1.136.000.000. untuk PIK difokuskan kepada kegiatan insfrastruktur sebesar 50 persen dan kegiatan bidang lainnya sebesar 50 persen.

Sedangkan PIK Kecamatan Cimalaka fokus pada Rehabilitasi Rutilahu, Wisata dan Pengolahan Sampah. Untuk desa yang stunting dengan kategori resiko sangat tinggi ada di Desa Padasari, dan Desa Galudra kategori tinggi. Sedangkan desa yang lainnya kategori rendah dan sangat rendah.

Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri pada perencanaan Pembangunan tahun 2021 fokus kepada pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan insfrastruktur untuk menunjang perekonomian, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, percepatan penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi yang inklusif, peningkatan pelaksanaan nilai-nilai keagamaan dan peningkaan pengelolaan lingkungan hidup.**

  • Bagikan