Banner Iklan bjb

Misteri Penghuni Lereng Gunung Cakrabuana Sumedang

Foto Internet

INISUMEDANG.COM – Lereng Gunung Cakrabuana yang berada di area Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang terlihat indah dan memanjakan mata yang memandangnya. Namun, dibalik keindahannya itu ternyata Gunung Cakrabuana memiliki cerita misteri horor yang membuat bulu kuduk berdiri.

Bila melintas di kaki gunung Cakrabuana ini yang di sisi jalannya merupakan hutan pinus milik Perhutani. Bahkan, dibeberapa bagian pinggir jalan ditutupi semak-semak yang rimbun. Tak hanya itu, hutan pinus ini kerap ditutupi kabut sampai pukul 10.00 WIB.

Misteri Gunung Cakrabuana ini seperti pengalaman yang diceritakan H Agus, seorang pemotor trabas. Bahwa, saat dia bersama crew pengendara atau grup lainnya yang singgah di rumah warga karena kemaleman di jalan.

Agus menuturkan, rumah yang disinggahinya itu dihuni oleh sepasang kakek dan nenek yang sudah tua renta.

“Ada yang aneh dengan kedua orang tersebut. Sebab rumah mereka jauh dari perkampungan warga di area Gunung Cakrabuana,” ujarnya saat bercerita ke IniSumedang.Com beberapa waktu lalu.

Namun meski merasa ada keanehan, sambung Agus. Waktu itu rombongan trabas memutuskan untuk beramalam ditempat itu dan sempat di suguhi sayur bayam yang air kuahnya berwarna agak kehitaman. Dan setelah mereka menyantap sayur yang disuguhkan okeh kakek dan nenek tersebut mereka tidur pulas.

Tetapi saat para crew itu bangun kesokan harinya, lanjut Agus, alangkah terkejutnya mereka, karena rumah atau gubuk yang mereka singgahi sudah tidak ada dan mereka ternyata tidur di atas rerumputan.

“Ternyata pas kami terbangun pada esok harinya, saung si nenek dan kakek itu sudah tidak ada. Dan ternyata kami hanya tidur di atas rerumputan,” ucap Agus beberapa waktu lalu.

Agus mengaku, saat sedang tertidur sempat bermimpi, dimana kedua pasangan Kakek dan nenek itu datang dalam mimpinya dan minta diadakan pertunjukan Wayang.

“Saya pada malam itu sempat mimpi kedua orang itu datang kedalam mimpi dan minta untuk ada pertunjukan wayang,” kata Agus mengakhiri ceritanya.