Merasa Dijegal, Kades Margamukti Gagal Nyalon Lagi di Pilkades Serentak

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Bakal Calon (Balon) yang juga incumbent Kades Margamukti Kecamatan Sumedang Utara Maman Suparman dinyatakan gagal melaju sebagai peserta calon kades Margamukti dalam Pilkades Serentak Kabupaten Sumedang 2021.

Maman Suparman menyebut ada kejanggalan bahkan merasa dijegal disaat proses pendaftaran Balon kades sehingga harus menelan pil pahit kegagalan untuk melaju kembali ke pencalonannya yaitu kades Margamukti untuk periode berikutnya.

Kejanggalan tersebut, kata Maman, panitia Pilkades mengeluarkan dua surat berita acara penutupan pendaftaran secara bersamaan yakni di hari dan jam yang sama.

“Waktu itu sepakat menutup pendaftaran jam 16.30 pada Senin 24 Juni 2021 dengan 5 peserta balon kades terdaftar yang salah satunya nama saya sesuai berita acara penutupan yang dikeluarkan panitia bernomor 07/BA/PPKD/2021,” kata kades di Ruang kerjanya, Kamis (17/06/2021).

Namun jelang beberapa menit kemudian, sambung Maman, muncul lagi berita acara penutupan kedua bernomor 09/BA/PPKD/2021 dengan menghilangkan 1 Balon kades nomor urut 5 yaitu Maman Suparman dan menyisakan 4 orang Balon kades terdaftar.

“Bagaimana bisa dua surat berita acara penutupan pendaftaran dikeluarkan pada hari dan jam yang sama yakni jam 16,30. Sorenya diterima sebagai balon, malamnya digugurkan dengan alasan tidak ada rekomendasi Inspektorat. Padahal saat itu sedang dalam proses penyelesaian,” tuturnya.

Memang waktu itu, lanjut Maman, tidak ada tulisan tapi hanya secara lisan yang disampaikan kepada panitia bahwa rekomendasi Inspektorat sedang dalam proses penyelesaian, sehingga waktu itu panitia menerima sebagai Balon sesuai berita acara yang pertama.

“Waktu itu tidak mungkin menyelesaikan ke Inspektorat dalam waktu hanya dua jam, lagi pula sudah sore jam kantor sudah tutup. Sehingga hanya dalam hitungan menit, panitia langsung keluarkan berita acara penutupan kedua dengan mengugurkan balon nomor urut 5. Padahal sudah minta kompensasi waktu 24 jam untuk menyelesaikan rekomendasi itu,” tuturnya.

Baca Juga : 384 Orang Mendaftar di Pilkades Serentak Sumedang

Kades ini menyayangkan sikap Inspektorat yang terkesan setengah-setengah yaitu tidak sekaligus dalam proses menyelesaikan kesalahan administrasi, dan tidak mungkin bisa diselesaikan ketika jam kantor yang sudah tutup.

“Meskipun sudah memohon toleransi waktu, namun panitia langsung keluarkan berita acara penutupan kedua dengan menghilangkan nama saya sehingga saya merasa ada yang menjegal dalam mencalonkan kembali kades Margamukti,” ujarnya.

Sementara itu menurut Ketua panitia Pilkades Margamukti Ana Mansur mengakui, kades itu disaat mendaftarkan sebagai balon diambang waktu yang sangat mepet yaitu di hari terakhir pendaftaran sesuai tahapan, Senin 24 Juni 2021.

“Disaat mendaftar, pak kades ditanya, apakah persyaratan sudah lengkap?, kata dia lengkap sehingga panitia percaya bahwa kades ini sudah lengkap, maka keluarkan berita acara penutupan pertama dengan 5 balon peserta Pilkades,” tandasnya.

Namun saat itu juga, lanjut dia, setelah diverifikasi kembali dan sesuai aturan, ternyata satu balon (kades) belum melengkapi persyaratan administrasi yaitu rekomendasi Inspektorat yang berlaku bagi balon Incumbent.

“Ketika mendaftar belum lengkap persyaratan, maka balon Incumbent itu dianggap belum daftar. Sehingga waktu disarankan agar melengkapi. Namun karena waktunya sudah diambang batas penutupan pendaftaran sesuai tahapan Pilkades, maka panitia keluarkan kembali berita acara penutupan kedua dengan peserta balon hanya 4 orang,” tuturnya.

  • Bagikan