384 Orang Mendaftar di Pilkades Serentak Sumedang

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Animo masyarakat untuk bertarung menjadi Kelapa Desa (Kades) masih sepertinya masih cukup tinggi, ini terbukti banyaknya warga yang mendaftarkan diri pada Pendaftaran Calon Kades, dimana.

Tercatat sebanyak 384 orang mendapaftarkan diri dalam Pendaftaran Calon Kades pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Sumedang, yang mulai dibuka mulai tanggal 2 dan resmi ditutup 14 Juni 2021 kemarin.

Namun, dari 89 Desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak di Sumedang, ada tiga Desa diantaranya yang terpaksa harus membuka kembali pendaftaran calon Kadesnya.

Pasalnya, hingga hari terakhir pendaftaran calon kades, tiga desa tersebut masih sepi peminat dan hanya ada satu calon kades yang mendaftar.

Kepala Bidang Pemerintah Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) H. Nuryadin mengatakan, pendaftaran calon kepala Desa di Sumedang sudah berakhir pada 14 Juni lalu dan ada 384 orang yang telah mendaftarkan diri sebagai Calon Kades.

Kendati demikian, dari banyaknya orang yang mendaftarkan diri sebagai calon Kades, ada tiga Desa yang harus membuka kembali pendaftaran calon kades karena jumlah pendaftar belum memenuhi syarat, yaitu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang pendaftar.

Adapun ketiga Desa tersebut, sambung Nuryadin, yaitu Desa hanya diikuti oleh satu orang calon, yaitu Desa Genteng dan Desa Banyuresmi Kecamatan Sukasari dan Desa Narimbang Kecamatan Conggeang.

“Jadi, dari 89 Desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak, 3 Desa terpaksa harus membuka kembali pendaftaran calon kades, karena calon yang mendaftar pada pendaftaran gelombang pertama baru satu orang,” ujarnya.

Untuk pendaftaran gelombang dua di tiga Desa itu, kata Nuryadin, akan dibuka pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juni mendatang.

“Berbeda dengan pendataran pada gelombang pertama, di pendaftaran gelombang kedua itu, walaupun diberi waktu tiga hari, tetapi jika dihari pertama sudah ada yang mendaftar, maka pendaftaran hari itu juga akan ditutup pada pukul 16.30 WIB. Dan tidak harus lagi membuka pendaftaran di dua selanjutnya. Karena mekanismenya seperti itu,” jelasnya.

Kemudian jika sudah dibuka pendaftaran gelombang kedua dan masih tidak ada yang mencalonkan diri sebagai kepala Desa, kata Nuryadin, maka Desa tersebut tidak bisa mengikuti ajang pemilihan Kepala Desa di Pilkades Serentak tahun 2021 ini.

“Nah, jika tetap tidak ada yang mencalonkan dan tetap hanya ada satu calon. Maka tidak bisa mengikuti Pilkades Serentak 2021. Dan baru bisa mengikuti Pilkades pada Pilkades Serentak berikutnya. Sementara untuk Kepala Desa, nantinya akan dijabat oleh ASN dari Kecamatan setempat,” jelasnya.

Nuryadin menuturkan, dari 89 Desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak nanti, sebanyak 18 Desa harus melakukan seleksi Calon Kepala Desa, karena calon yang mendaftar lebih 5 orang.

Baca Juga : Wabup Pastikan Anggaran Pilkades Cair Juli Mendatang

“Untuk 18 Desa yang jumlah calonnya lebih dari lima, tentu akan dilakukan seleksi. Karena sesuai mekanisme batas peserta untuk pelaksanaan Pilkades Serentak yaitu minimal 2 dan maksimal 5 calon,” ujar Nuryadin.

Adapun untuk tim seleksi sendiri, kata Nuryadin, itu ditentukan oleh Panitia Pilkades setempat. Dan hari ini rencananya akan dilakukan rapat dengan pihak Kecamatan yang menyelenggarakan Pilkades.

“Untuk Tim Seleksi calon kepala desa yang lebih dari lima, itu diserahkan kepada panitia Pilkades setempat. Dan untuk seleksi sendiri, bisa dilakukan oleh panitia itu sendiri ataupun oleh tim akademisi independen,” ucapnya.

Kendati demikian, tambah Nuryadin, penentuan tim yang melakukan seleksi terhadap balon ini juga berdasarkan kesepakatan para panitia pilkades di 18 desa tersebut.

“Saya berharap untuk seleksi bisa dilaksanakan oleh tim independen, karena kalau seleksi dilakukan oleh panitia pilkades di setiap desa dikhawatirkan akan timbul kegaduhan,” harapnya.

  • Bagikan