Banner Iklan bjb

Menelisik Cerita Kelam Tanjakan Cae Sumedang yang Telan Puluhan Korban Jiwa

INISUMEDANG.COM – Ketika melintasi jalan penghubung WadoMalangbong Garut tentunya akan melewati Tanjakan Cae. Tepatnya di wilayah Desa Sukajadi Kecamatan Wado yang curam serta berkelok.

Bicara Tanjakan Cae, tentunya sudah tidak asing lagi bagi warga Sumedang. Pasalnya, di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan yang menelan puluhan korban jiwa.

Kecelakaan terakhir terjadi Tanjakan Cae menimpa
Bus Sri Padma Kencana yang membawa rombongan peziarah dari . Sebanyak 30 orang yang merupakan penumpang meninggal dunia akibat kecelakaan maut tersebut.

Ade 57 tahun warga sekitar Tanjakan Cae menuturkan.Dari dulu itu, tanjakan Cae sudah banyak korban berjatuhan akibat dari kecelakaan yang disebabkan rem blong ataupun hal hal yang lainnya.

“Mengetahui nama tanjakan Cae, sampai usia saya sekarang, masih belum tahu apa itu Cae, saya tahu nama Cae itu sejak anak anak saja bahwa tanjakan ini namanya tanjakan Cae, sementara, arti Cae itu sendiri masih misteri bagi saya,” ungkap Ade kepada Inisumedang.com Jumat 15 April 2022.

Lebih jauh Ade mengatakan, sejak dari jaman Belanda pun kata orang tua dulu, nama Tanjakan Cae itu sudah ada dan dari dulu selalu saja banyak korban ketika melintasi tanjakan Cae tersebut. Rata rata korban kecelakaan di tanjakan Cae itu akibat rem blong atau pengemudi yang baru melintasi jalan Tanjakan Cae.

Ade menuturkan, setiap tahun itu, di hari hari besar. Seperti mau Lebaran, mau tahun baru, hari libur nasional, selalu saja ada yang kecelakaan. Namun sekarang agak jarang terjadi kecelakaan, terakhir kecelakaan tersebut rombongan bus yang membawa anak sekolah hingga puluhan orang meninggal.

“Dan sekarang kan bulan Ramadan akan menjelang hari raya Idul Fitri, saya mengingatkan kepada masyarakat berhati hati melintasi jalan Tanjakan Cae ini, kadang kadang kabut juga suka turun, lebih jauhnya bagi para pemudik yang pertama melintasi jalan Tanjakan Cae lebih berhati hati,” imbau Ade.