Marco Palestra Prioritaskan Inter Milan, Atalanta Tetap Minta Rp950 Miliar

marco palestra inter milan
Foto : X DANIELE MARI

SPORTS, inisumedang.com – Marco Palestra menjadi salah satu target utama Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2026. Namun hingga saat ini, negosiasi antara Inter Milan dan Atalanta masih menemui jalan buntu terkait nilai transfer sang pemain.

Meski Marco Palestra telah memberikan prioritas kepada Inter Milan untuk melanjutkan kariernya, Atalanta masih bertahan pada harga yang mereka tetapkan.

Palestra Prioritaskan Inter Milan, Tolak Newcastle United

Dikutip dari laporan jurnalis Italia Daniele Mari melalui akun X miliknya, Inter Milan saat ini telah mengajukan tawaran senilai €45 juta termasuk bonus untuk mendapatkan Marco Palestra.

Namun, Atalanta belum bersedia melepas pemain berusia 21 tahun tersebut karena masih mematok harga minimal €50 juta atau sekitar Rp950 miliar.

“Atalanta tetap mematok harga minimal €50 juta sebagai nilai dasar transfer,” tulis Daniele Mari, Selasa (9/6/2026).

Dalam upaya mencapai kesepakatan, Inter Milan juga membuka peluang memasukkan bek muda Matteo Cocchi ke dalam skema negosiasi.

Cocchi diketahui sudah lama masuk radar Atalanta dan dinilai dapat menjadi bagian penting dalam formula transfer yang menguntungkan kedua klub.

Di sisi lain, Marco Palestra disebut telah memberikan prioritas penuh kepada Inter Milan meskipun mendapat minat dari klub Premier League, Newcastle United.

Bahkan, Palestra dikabarkan menolak pendekatan Newcastle karena fokus utamanya saat ini adalah bergabung dengan skuad asuhan Cristian Chivu.

Meski demikian, penolakan tersebut tidak berarti sang pemain menutup peluang bermain di luar Italia pada masa mendatang.

Baca juga: https://inisumedang.com/atalanta-masih-jual-mahal-untuk-palestra/

Inter Milan Bergerak Setelah Dumfries ke Real Madrid

Perburuan Marco Palestra semakin dipercepat setelah Inter Milan dipastikan kehilangan Denzel Dumfries.

Bek sayap tim nasional Belanda tersebut memilih menerima pinangan Real Madrid yang menebus klausul pelepasannya senilai €20 juta.

Menurut Daniele Mari, proses kepindahan Dumfries ke Santiago Bernabeu hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari kedua klub.

Selain mendapat konfirmasi dari pihak Inter Milan dan Real Madrid, sinyal kuat transfer tersebut juga datang dari Smitshoek, klub pertama yang membina Dumfries saat masih muda.

Melalui pesan khusus, Smitshoek memberikan ucapan selamat atas langkah besar yang diambil mantan pemain PSV Eindhoven tersebut.

Dumfries pun telah menyampaikan rasa terima kasih kepada klub masa kecilnya atas dukungan yang diberikan sepanjang perjalanan kariernya hingga mencapai level tertinggi sepak bola Eropa.

Baca juga: https://inisumedang.com/5-transfer-yang-masih-dibutuhkan-inter-milan/

Atalanta Jadi Penghalang Utama Transfer Marco Palestra

Dana hasil penjualan Denzel Dumfries diyakini akan digunakan Inter Milan untuk memperkuat sektor bek sayap kanan.

Marco Palestra menjadi kandidat utama pengganti Dumfries karena dinilai memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan Cristian Chivu.

Namun hingga saat ini, perbedaan valuasi antara Inter Milan dan Atalanta masih menjadi hambatan terbesar dalam proses transfer.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam beberapa pekan ke depan, Nerazzurri kemungkinan harus menaikkan tawaran atau menyertakan pemain tambahan agar kesepakatan bisa tercapai.

Inter Milan berharap negosiasi dapat segera menemukan titik temu sehingga Marco Palestra dapat bergabung sebelum persiapan musim 2026/2027 dimulai.

Baca juga: https://inisumedang.com/bursa-transfer-inter-milan-2026-daftar-pemain-masuk-dan-keluar-terbaru/

Transfer Marco Palestra Jadi Bagian Proyek Cristian Chivu

Inter Milan tidak hanya mencari pengganti Denzel Dumfries, tetapi juga berupaya membangun fondasi jangka panjang di bawah kepemimpinan Cristian Chivu.

Kehadiran Marco Palestra dinilai sejalan dengan strategi klub yang mulai memberi ruang lebih besar kepada pemain muda potensial.

Proyek regenerasi tersebut menjadi salah satu fokus utama Inter Milan untuk tetap kompetitif di Serie A maupun kompetisi Eropa dalam beberapa musim ke depan.

Baca juga: https://inisumedang.com/5-pemain-muda-yang-bisa-meledak-di-era-chivu/

Baca juga: https://inisumedang.com/formasi-ideal-inter-milan-di-era-chivu/

Baca juga: