Banner Iklan bjb

Kisah Warga Sumedang Sering Melihat dan Mendengar Suara Makhluk Halus

Ilustrasi Foto Internet

INISUMEDANG.COM – Berbicara dunia gaib memang tidak akan ada habisnya. Apalagi jika disandingkan dengan nalar manusia. Kendati demikian cerita gaib sering membuat orang penasaran sekalipun orang tersebut sama sekali tidak percaya akan mahluk halus atau sejenisnya. Percaya atau tidak hal adanya hal gaib atau dunia gaib, pernah dialami oleh warga Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang, Sebut saja namanya pak Aa. Ia menceritakan kisahnya yang dialaminya dari mulai dari bertemu hingga medengar suara mahluk halus.

Dikatakannya, awal mula dia sering bejumpa ataupun mendengar suara mahluk halus ketika dirinya sedang mempunyai hajat atau maksud tertentu (tirakat). Dengan tidak tidur pada malam hari dan harus bejalan kaki dari desa satu ke desa lainnya hal itu dilakukannya selama tiga tahun.

Dimalam hari dalam perjalannya dari desa ke desa yang lainnya, kata Aa. Dirinya pernah berjumpa dengan peri dan kakek-kakek misterius yang hilang secara tiba-tiba di kegelapan malam. Tak hanya itu, Ia juga menyebutkan pernah bertemu dengan sinden yang memakai selendang ungu.

Selain Suara Bahkan Pernah Ketemu Dengan Mahluk Halus

“Saya pernah ketemu dengan beberapa mahluk astral, seperti peri berpakaian karembong kayas (selandang merah muda) di wilayah Situraja ketika saya sedang mengontrol sawah. Sosok itu tiba-tiba lewat sambil bilang punteun (permisi) yang kejadiannya sekitar pukul 01.00 malam dan hanya berjarak sekitar 4 meter. Anehnya wanita berkebaya tersebut langsung menghilang dikegelapan malam,” kata Aa, Rabu 27 Juli 2022.

Aa juga mengaku pernah mendengar suara gamelan, namun setelah didekati ke tempat sumbernya, suara gamelan itu mendadak hilang begitu saja.

“Pernah mendengar Suara gamelan di dekat jembatan seperti acara ada hajatan. Saya lempar dengan batu kerikil, barulah suara gamelen itu tidak terdengar lagi,” ujarnya

Tak sampai disitu saja kata Aa, ia juga pernah melihat kakek misterius dan peri yang cengengesan di atas dahan pohon.

“Saya juga pernah melihat peri tertawa di tangkal haur koneng (di pohon Bambu kuning) di blok Sawah. Dan tak jauh dari tempat itu, saya juga sempat minta api untuk merokok kepada seorang kakek kakek, tapi tidak dikasih pas saya colek kakek itu mendadak menghilang,” ucapnya.

Aa mengaku, meski kerap sekali bertemu dengan mahluk-mahluk tersebut, tetapi tidak pernah satupun yang menggangunya. Dan Aa menganggap bahwa itu merupakan ujian karena dirimya waktu itu sedang bertirakat selama tiga tahun tidak tidur malam.

“Mungkin itu hanya ujian, karena saya sedang melakukan tirakat,” tandasnya.