Banner Iklan bjb

Kisah di Luar Nalar Saat Ziarah ke Makam Leluhur Sumedang

kisah pemancing
Ilustrasi bayangan Hitam/Poto: Istimewa

INISUMEDANG.COM – Kisah janggal di luar nalar saat perjalanan ziarah ke Makam Leluhur Sumedang. Ini dikisahkan Apih Bela (52) warga Desa Naluk Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Apih menuturkan kisah di luar nalar itu berawal saat dirinya bertemu seorang tamu dari Bandung yang baru pertama kali bertemu di Mesjid Agung Sumedang. Dan meminta diantar ke makam leluhur Sumedang beberapa tahun yang silam.

“Kejadiannya sudah sangat lama sekali, waktu itu saya mau melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Agung Sumedang. Namun tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal memanggil-manggil,” jelas Apih sapaan akrabnya kepada IniSumedang.Com Kamis 16 Juni 2022.

Orang itu, kata Apih, memintanya untuk bersedia mengantarkan ke makam leluhur Sumedang untuk berziarah sekaligus akan memberikan pusaka ke Museum.

Waktu itu, sambung Apih, orang tersebut ziarah ke makam leluhur. Seperti, makam Terong Peot di Desa Cikondang dan Makam Prabu Geusan Ulun serta Makam Eyang Jaya Perkasa di Dayeuh Luhur Kecamatan Ganeas.

“Sebelum berangkat, kaseupuhan itu meminta untuk diantar dulu ke museum. Dan selepas sholat Jumat, kami pun menuju ke museum, dan ternyata tidak satu orang, ada sekitar 8 orang yang akan berziarah itu. Waktu itu, saya bilang kaseupuhan karena orang tersebut sudah berumur,” tutur Apih.

Di museum sendiri, kata Apih melanjutkan cerita, ternyata kedatangannya sudah di tunggu. Dan mulai dari siti, dirinya merasa sangat heran, ko bisa, orang pertama kali datang ke Sumedang dan akan ziarah ke makam leluhur Sumedang tapi sudah ditunggu kedatangannya.