Kerjasama MKGR dan Puskesmas, 220 Warga Divaksin Gratis

  • Bagikan
Akur
IMAN NURMAN PANTAU: Ketua Ormas MKGR Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia saat memantau vaksinasi massal di Puskesmas Sawahdadap

CIMANGGUNG – Membantu pemerintah dalam program vaksinasi massal, Ormas Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan UPT Puskesmas Sawahdadap Dinkes Sumedang, melaksanakan vaksinasi massal bagi warga di 4 Desa dibawah wilayah kerja Puskesmas Sawahdadap, Rabu (28/7/2021).

Ketua MKGR Kabupaten Sumedang yang juga anggota DPRD Sumedang dari Partai Golkar Asep Kurnia, mengatakan target ada 1000 warga yang divaksin yang digagas MKGR Kabupaten Sumedang. Selain memfasilitasi vaksinasi, kami juga memberikan suplai vitamin, hand sanitizer, masker, dan handuk ke warga dan tenaga kesehatan (Nakes).

“Intinya, bagaimana memberikan edukasi ke warga bagaimana cara memastikan warga agar mau divaksin. Setelah tahu, manfaat dan keuntungan divaksin, akhirnya warga mau divaksin. Kan sekarang pada kenyataanya warga gak mau divaksin karena tidak tahu manfaatnya, informasi yang kurang akurat sehingga ada ketakutan di warga. Nah, kami apresiasi ke petugas kesehatan karena bisa memastikan vaksin itu aman dan tidak ada efek negatif,” kata Asep Kurnia.

Akur sapaan akrabnya menambahkan, selain warga, yang patut diperhatikan juga tenaga kesehatan. Seperti keamanan, jaminan keselamatan kerja, dan dorongan dalam hal sarana dan prasarana. Jangan sampai Nakes malah terpapar akibat kecapaian dalam memvaksin warga. Sehingga, pihaknya memberikan cinderamata kepada Nakes agar semangat dalam bertugas.

“Semoga vaksinasi massal ini berjalan dengan baik, sehingga vaksinasi massal ini kelar digelar serentak di seluruh Indonesia dan selalu menjaga protokol kesehatan. Termasuk kesehatan dan keselamatan Nakes agar harus benar benar diperhatikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sawahdadap, Dudung Supriatin SKM MM menambahkan, hari ini target 220 warga perhari yang divaksin. Sebelumnya sudah ratusan warga yang divaksin berdasarkan data online yang didata per desa.

“Tentu kita berharap semua kegiatan bisa berjalan dengan tertib, dan memperhatikan protokol kesehatan. Ya intinya tidak boleh berkerumun itu yang kami tekankan jangan sampai mereka mau di vaksinasi tapi ketika di vaksinasi itu tadi ada ada kerumunan ini yang tidak kami inginkan,” ujarnya.

Meskipun di Puskesmas ada vaksinasi, namun pelayanan masih tetap berjalan. Karena kita berikan tugas ke nakes sesuai jadwal. Sehingga, pelayanan masih tetap berjalan tanpa menganggu pelayanan yang lain. Termasuk pihaknya memanfaatkan grup WA yang terdiri Kader, bidan desa, perawat, staf desa, dan tokoh masyarakat terkait sosialisasi vaksinasi.

“Sehingga alhamdulilah sosialisasi ke masyarakat sampai, dan masyarakat tidak takut untuk divaksin. Lagian, sertifikat vaksinasi juga dibutuhkan sebagai syarat pelayanan di instansi tertentu,” ujarnya.

Terkait stok gas oksigen, di Puskemas Sawahdadap sendiri ada 5 dan sampai saat ini tidak kekurangan untuk kebutuhan masyarakat. Namun, untuk tenaga kesehatan memang sedikit kewalahan karena disisi lain harus melayani masyarakat disisi lain harus memvaksin.

“Kita tanya dulu ke nakesnya, kalau sakit, capai, jangan dulu masuk kerja. Ya idealnya kalau bisa ada penambahan jumlah Nakes, namun tergantung keputusan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, mungkin ini disesuaikan dengan anggaran,” ujarnya.

  • Bagikan