Banner Iklan bjb
Berita  

Jalan Umum Hanya Diganti JPO, Warga Terdampak Tol Cisumdawu di Sumedang Gelar Unjuk Rasa

Unjuk Rasa Warga Cibeureum Wetan
Warga terdampak tol Cisumdawu di Desa Cibeureum Wetan gelar unjuk rasa

INISUMEDANG.COM – Warga Dusun Ciseureuh Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka menggelar aksi unjuk rasa terkait fasilitas umum yang dijanjikan oleh pihak CKJT, Selasa 17 Januari 2023

Unjuk rasa warga Desa Cibeureum Wetan itu dilakukan, karena usulan untuk pembangunan Jembatan umum sebagai penggantinya dari jalan umum yang terdampak tol Cisumdawu hanya terealisasi menjadi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di tol Cisumdawu seksi 4.

Kepala Desa Cibeureum Wetan Yuyu Andayu mengatakan, pada bulan Juli tahun 2021 lalu. Pihaknya telah mengajukan surat kepada pa Bupati Sumedang dan tembusan ke instansi terkait.

“Kami telah mengajukan surat kepada pa Bupati Sumedang terkait dengan fasilitas umum yang terkena dampak tol Cisumdawu seksi 4. Dasar surat tersebut, berawal dari pihak PPK tol Cisumdawu, yang menyebutkan bila tadinya jalan bisa dilalui roda empat. Maka bakal diganti kembali menjadi jalan yang bisa dilintasi roda empat”. Ungkap Yayu kepada IniSumedang.Com di lokasi.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Yayu, maka pihak Desa Cibeureum Wetan mengajukan permohonan kepada PPK dan CKJT. Karena terdampak pembangunan jalan tol, untuk segera dibangun Fasum di Jalan Cigunung, jalan Ciseureuh dan perehaban mata air Cikondang.

Jalan Menuju Dusun Ciseureuh Akan Dibangun JPO

“Pada 22 Desember 2022 kemarin, kami mendengar kabar bahwa jalan menuju ke dusun Ciseureuh akan dibangun JPO. Padahal, baik jalan Cigunung ataupun jalan menuju Ciseureuh itu kondisinya dilalui kendaraan roda empat. Kemudian, setelah melihat siteplan yang sudah disahkan oleh Kementerian PUTR jembatan tersebut dibangun JPO bukan jembatan lintasan kendaraan roda empat,” tutur Yayu.

Untuk itu, sambung Yayu, pihak Desa Cibeureum Wetan sudah mengajukan jalan Cigunung menjadi menyambung dengan jalan Pasir Sireum lalu menuju dusun Ciseureuh dengan akses jembatan lintasan kendaraan roda empat, yang mana daerah tersebut aktivitas pertanian dan warga memakai kendaraan roda empat.

“Wilayah Ciseureuh itu, kawasan pertanian dan perkebunan, pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan memakai kendaraan roda empat. Kalau memakai JPO tentu akan merugikan warga Desa Cibeureum. Maka, dengan melakukan kordinasi dengan pihak CKJT dan Wika mencari dimana titik permasalahannya,” tuturnya.

Yayu menambahkan, menurut pihak CKJT siteplan bisa dirubah berdasarkan surat dari Bupati Sumedang yang tertuang di siteplan JPO akan berubah menjadi Jembatan lintasan kendaraan roda empat.

“Hingga sampai saat ini, surat yang kami layangkan ke Bupati Sumedang tembusan ke instansi terkait belum juga ada tanggapan. Kalau surat dari pa Bupati belum juga terbit maka siteplan pun tidak bisa dirubah. Maka kami memohon kepada pa Bupati Sumedang untuk segera memberikan surat rekomendasi kepada pihak CKJT,” tandasnya.